Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Idrus Romli: Kultur Islam Indonesia Justru Melawan Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2013 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 300 peserta bedah Jurnal Islamia yang bertema “Ahlus Sunnah dan Syiah: Beda Akidah, Syariah atau Politik?” di Aula Pascasarjana ITS Surabaya Sabtu kemarin (06/04/2013) nampak serius menyimak paparan tiga pembicara.

Pembicara pertama adalah Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations/INSISTS dan Pimred Jurnal  Islamia), menyampaikan keprihatinannya terhadapa kasus perselisihan Ahlus Sunnah dan Syiah di Indonesia akhir-akhir ini.

“Persoalannya sekarang, apakah Syiah itu toleran dengan Ahlus Sunnah?”, ujar Hamid mempertanyakan sikap Syiah saat ini.

Ia menerangkan, dalam kenyataannya Khumaini ternyata secara diam-diam memvonis mati Syeikh Ihsan Ilahi Dzahir ulama Sunni asal Pakistan karena Syeikh Ilahi Dzahir mengkritik Syiah.

Khumaini tahun 80-an menjatuhkan vonis mati kepada Salman Rusydi, penulis Novel ayat-ayat Setan. Mungkin kita bangga dengan keberanian ini. Tapi secara diam-diam  ia menfatwakan Ihsan Ilahi Dzahir itu vonis mati karena mengkritik Syiah, jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Karena itu saya tidak bangga Khumaini.”

Menurut Hamid, Ahlus Sunnah tidak bisa bersatu dalam akidah. Perselisihan ajaran Ahlus Sunnah dan Syiah di Indonesia itu serius. Seperti tidak bisa didamaikan.

“Perbedaan Ahlus Sunnah-Syiah itu sulit didamaikan,” katanya.

Hal senada ditegaskan lagi oleh Henry Shalahuddin, MA yang menjadi pembicara kedua dalam seminar tersebut.

Perbedaan Ahlus Sunnah dan Syiah harus dipahami bahwa perbedaan itu bukan perbedaan fiqih. “Sunnah dan Syiah itu bukan perbedaan pada level shawab dan khata’ tapi masuk wilayah haq dan bathil,” papar Henry.

Henry yang juga anggota MIUMI Pusat menerangkan keanehan-keanehan ajaran Syiah dan membeber gerakan Syiah di Indonesia.

“Di media sosial, banyak kita jumpai cacian-cacian yang tidak patut diungkapkan. Seperti menista secara keji dan terang-terangan terhadap Abubakar, Umar dan ‘Aisyah,” terangnya.

Kenyataan seperti itu tidak bisa lagi dibohongi. Sebab, hal tersebut dilakukan dengan terang-terangan. Sebagaimana tertulis di kitab-kitab Syiah.

Selain itu Henry menyebutkan bahwa ada sekitar lima gerakan Syiah di Indoensia. Di antaranya mendirikan pusat kebudayaan ICC di Jakarta, mendirikan lembaga pendidikan dan ilmiah, menyusup ke Parpol, mendirikan penerbitan dan membuat lembaga keagamaan seperti ABI dan IJABI.

Bahkan, telah menyusupkan kepada kurikulum SD. “Di daerah Solok, ditemukan buku berjudul Qolbun Salim yang menjadi buku pegangan siswa SD menerangkan tentang siapa imamah dua belas itu dan tentang taqiyah,” jelas Henry.

Kultur perlawanan pada Syiah

Sementara Idrus Romli, dosen STAIN Jember Jatim lebih banyak menyoroti Syiah dalam konteks keindonesian dan ke-Nu-an. Ia menjelaskan bahwa Syiah masuk ke Indonesia  sekitar tahun 1850, hal itu dibuktikan dengan adanya surat konsultasi tokoh agama Indonesia kepada mufti Islam di Yaman, Sayyid Abdullah bin Abubakar tentang amalan Syiah di indonesia.

Dalam surat konsultasi itu ditanyakan adanya perilaku orang-orang Syiah di Indonesia yang memukul-mukul badan masuk kategori halal atau haram? Kemudian surat tersebut dijawab haram si mufti. Dari sini mulailah merebak perlawanan kultural terhadap ajaran Syiah oleh ulama-ulama yang ada di Indonesia.

Sehingga kita bisa saksikan ada pujian-pujian yang dilantunkan untuk para sahabat Nabi.

Juga sisipan shalawat di sela-sela shalat tarawih yang memuji para Sahabat juga dalam rangka melawan kultur Syiah yang justru mencelanya.

Menurut Idrus, justru dalam sejarah, kultur Islam Indonesia itu menolak Syiah. Dan para ulama Indonesia dulu memiliki cara unik melawan Syiah.

“Para ulama Sunni Indonesia menangkalnya dengan menyebarkan biografi para Sahabat melalui dzikir dan puji-pujian, seperti yang kita dengar di kampung-kampung isinya memuji nama Sahabat. Sebenarnya ini dalam rangka melawan syiahisasi yang melanda Indonesia sejak tahun 1800-an,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Idrus Ramli juga mengungkapkan propaganda-propaganda Syiah dalam berdakwah.

“Salah satu dari propaganda mereka mengaku bahwa Syiah madzhab Ahlul Bait. Madzhab keluarga Rasulullah shalallahu’alaihi Wassallam,” kata anggota LBM NU Jawa Timur ini.

Juga klaim dengan mengatatakan bahwa Syiah adalah pengikut Imam Ja’far al-Shadiq.

“Seorang muhadis Ibn Syahin mengatakan, ada dua orang shalih yang dirusak reputasinya yaitu Ja’far al-Shadiq dan Imam Ahmad bin Hambal. Syiah selalu menisbatkan diri kepada madzhab Ja’far. Padahal Imam Ja’far tidak ada hubungan dengan Syiah,” ujarnya.

Selain itu, terang Idrus, propaganda Syiah  yang lain seolah ia berjasa melawan Amerika dan Barat serta pembela terdepan Palestina. Padahal itu semua tidaklah benar.*/Kholili Hasib
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratesunnisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perbedaan Sunni-Syiah Masuk Haq dan Bathil
Tulisan selanjutnya Hamas Bantah Melatih Tentara Pembebasan Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?