Hidayatullah.com–Desakan yang meneru jihad terus dikumandangkan untuk membela etnis Muslim Rohingya yang tertindas di Myanmar. Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab bahkan menyerukan perlawanan terhadap para ekstrimis dan rezim Myanmar yang terlibat pembantaian umat Islam.
Menurut Rizieq, tidak ada jalan lain dalam membantu Muslim Rohingya selain berjihad. Alasannya, rezim Myanmar sudah sangat lama bertindak tidak manusiawi terhadap warganya sendiri.
“Yang bisa perang, mari kita berangkat untuk jihad ke Myanmar,” seru Rizieq disambut pekikan takbir ribuan umat Islam yang hadir. Rizieq menegaskan, kaum Muslimin di seluruh dunia harus terus berjuang untuk kemerdekaan Muslim di Myanmar. Perjuangan tersebut bisa dengan memberikan bantuan semampunya kepada mereka. Baik berupa pakaian, makanan, obat-obatan, termasuk jiwa dan raga.
Dia pun menyerukan penggalangan dana sebesar-besarnya. Dengan dana ini, nantinya bisa dibelikan senjata untuk muslim Rohingya.
Umat Islam juga diserukan memperkuat doa kepada Allah subhanahu wata’ala, khususnya munajat di tengah malam.
Pada aksi gelaran Forum Umat Islam (FUI) tersebut, Habib Rizieq sempat menyindir pemberitaan media massa soal adanya bom di Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar.
“Itu semua hanya berita-berita provokasi,” ujarnya.
Usai aksi, massa membakar bendera resmi negara Myanmar sekaligus foto Presiden Myanmar Thein Sein di depan gedung Kedubes Myanmar, Jalan Agus Salim, Menteng.*