Hidayatullah.com—Beberapa organisasi kemahasiswaan Padang sedang mengadakan rapat guna menggalang penolakan rencana pembangunan super block Siloam. Meraka adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), KBMM, IPM dan Pemuda Muhammadiyah serta PPI.
“Kami menuntut DPRD Padang untuk tegas kepada Walikota Padang mencabut izin pembangunan, meminta pihak Lippo Grup tidak melanjutkan pembangunan, mendukung Perda untuk mendorong pengusaha Minangkabau berinvestasi di Ranah Minang,” demikian disampaikan Ketua Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau, Efri Yunaidi kepada hidayatullah.com, Selasa (18/06/2013).
Selain itu, menurut, Efri Yunaidi, dalam aksinya nanti, mereka juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membumikan “Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah” serta mendesak Pemda untuk membentuk Dewan Penasehat Investasi Daerah Tiga Tungku Sajarangan, terang Sarjana Teknik Industri Universitas Andalas ini.
Tidak hanya itu, Efri juga mengungkapkan, tanggal 21 nanti mereka akan mengadakan diskusi dengan MUI Sumbar. Sementara pada tanggal 23 mereka akan mengadakan diskusi dengan tokoh dan seluruh Ormas yang ada di Padang.
Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan super blok Siloam oleh Lippo Group yang dimiliki James T. Riady telah melahirkan banyak penolakan. Di antaranya datang dari MUI Sumbar dan Ormas Islam.*