Hidayatullah.com–Bulan suci Ramadhan 1434 H akan hadir sebentar lagi. Seakan menjadi tradisi tahunan, umat Islam khususnya di Indonesia selalu diributkan perbedaan pendapat penentuan awal Ramadhan. Ormas Hidayatullah akan menunggu keputusan resmi pemerintah Republik Indonesia (RI).
“Penetapan Hari Raya (Idul Fitri 1434 H) kita menunggu isbat pemerintah,” ujar Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad dalam tausiyah singkatnya di depan jamaah Masjid ar-Riyadh, Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (28/06/2013).
Menurut Abdurrahman, keikutsertaan Hidayatullah dengan pemerintah atas alasan yang kuat. Yaitu karena pemerintah didukung oleh mayoritas umat Islam, dan penggunaan teknologi tinggi dalam penentuan posisi bulan.
“Apa alasan untuk tidak mengikuti itu? Tolong dibuat maklumat. Supaya kita tidak tanya-tanya, ‘Kapan hari raya, kapan Ramadhan?,” pesannya.
Seperti diketahui, dalam kalender Masehi, 1 Ramadhan 1434 H jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013. Namun, biasanya penentuan awal Ramadhan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.
Penentuan itu akan ditetapkan dalam Sidang Isbat Kementerian Agama RI bersama sejumlah pihak berwenang di Jakarta, beberapa saat sebelum bulan Ramadhan.*