Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kemanusian, Alasan Menag Relokasi Penganut Syiah di Sidoarjo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2013 22:39 10:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2013 22:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyampaikan alasan bahwa pemindahan warga pengikut Tajul Muluk dari Sampang ke Rumah Susun di kawasan Sidoarjo, belum lama ini, dilatarbelakangi rasa kemanusiaan.

“Rasa kemanusiaan yang harus dikedepankan, karena pengikut Tajul Muluk – yang kemudian disebut sebagai kelompok syiah – sudah 10 bulan berada di gelanggang olahraga (GOR) setempat,” kata Suryadharma Ali kepada pers seusai memberi bantuan kepada empat kebupaten di Madura sebagai program percepatan pembangunan di kawasan terebut, di Sampang, Selasa (02/07/2013) dikutip laman Kemenag.

Tinggal di pengungsian selama itu tentu dari sisi kesehatan, kehidupan ekonomi dan pendidikan bagi anak tentu sangat terganggu. Pemerintah sendiri berkeinginan para pengungsi yang diperkirakan sekitar 171 orang dapat kembali ke kampung halamannya.

Tapi, lanjut Menag, tidak mungkin pihak kepolisian harus bekerja 24 jam di lokasi. Itu juga jadi persoalan. Sesungguhnya dari sisi ekonomi, membangun rumah yang rusak akibat pertikaian dua kelompok berbeda paham keagamaan itu tentu tidak terlalu berat. Apa lagi bangunannya semi permanen. Tapi, kata Menag lagi, tidak mungkin aparat bekerja di lokasi bekas kerusuhan selama 24 jam.

Menjadi hak setiap warga untuk kembali ke kampung halamannya. Pemerinah berkewajiban untuk melindungi itu. Tetapi selama kondisi setempat belum kondusif, tentu sukar pemindahan ke kampung halaman dapat dilakukan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menag berharap pemindahan warga tersebut ke Sidoarjo jangan dipahami bahwa pemerintah mengabaikan hak warga pengikut Tajul Muluk. Justru pemindahan mereka ke rumah susun dalam rangka kemanusiaan. Sudah berapa lama warga itu terabaikan hak kesehatan baik secara lahiriah maupun jasmaniah.

“Jadi, tentu saja pemindahan itu bukan langkah yang permanen. Jika situasi di Sampang sudah kondusif tentu saja mereka itu dapat kembali ke kampung semula,” kata Menag.

Terkait dengan peristiwa tersebut, ulama dan masyarakat Madura mengeluarkan pernyataan tentang kelompok Tajul Muluk itu, yang berisi bahwa relokasi kelompok warga Tajul Muluk sudah menjadi keputusan final dari para ulama dan masyarakat Madura, dalam menjaga keamanan dan ketertiban terutama bagi warga Karang Gayam.

Hal ini sudah terbukti secara hukum bahwa ajaran Tajul Muluk merupakan penodaan dan penistaan agama. Upaya pengembalian Tajul Muluk ke kampung halamannya justru akan mengganggu kondusifitas secara keseluruhan.

Untuk itu, pertama, mereka menolak pengembalian pengikut Tajul Muluk ke Madura kecuali mereka menyatakan kembali ke ajaran semula (Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah). Kedua, para ulama minta Menag ikut andil dalam program pemberdayaan masyarakat Madura, khususnya di daerah konflik di kawasan Karang Gayam.

Ketiga, memnta pihak terkait untuk bekerja sama dan membangun koordinasi demi penyelesaian konflik tersebut. Keempat, meminta pihak luar agar tidak melakukan provokasi berupa opini secara terus menerus sehingga memperkeruh kondisi damai dan aman yang sudah tercipta di Madura.

Pernyataan itu ditandatangani: Pengasuh Ponpes Darus Ulum Sampang KH Saifuddin Abd Wahid, Pengasuh Ponpes Al Hikam Burneh Bangkalan, KH Nuruddin A Rahman, Pengasuh Ponpes Al Mujtama Pamekasan, KH Abd Gofar, Ketua Komisi B DPRD Sumenep KH M. Unai Ali Hisyam.

Bantuan

Selain itu, Kementerian Agama juga membidangi penyelenggaraan pembangunan pendidikan agama dengan kucuran dana sekitar Rp 68,388 miliar.

Peruntukan dana tadi bagi empat kabupaten pun bervariasi. Seperti Sampang yang dikucuri dana sebesar Rp 19,698 miliar untuk rehab bangunan madrasah diniyah serta bantuan operasional. Kabupaten Bangkalan diganjar dana sebesar Rp 13,430 miliar untuk madrasah dan halaqoh ulama. Lalu, Kabupaten Pamekasan diberi Rp 17,703 miliar serta Kabupaten Sumenep sebesar Rp 17,556 miliar.

“Basis agama Islam di Madura sangat kuat. Cara ini untuk mengatasi munculnya paham lain karena pengaruh liberal. Namun, Pak Kiai saya mohon juga dibantu dengan solusi tepat melalui dialog dan pelurusan ajaran,” tegas Menag.

Mengenai relokasi, saat ini jumlah total warga Syiah di tempat relokasi, tambah sudah bertambah dari 58 keluarga menjadi 63 keluarga, atau dari 151 jiwa kini menjadi 171 jiwa. Mereka per 19 Juni 2013 lalu dipindahkan dari GOR Sampang. Keberadaan mereka di GOR tersebut merupakan buntut dari kerusuhan yang terjadi di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, pada Agustus tahun lalu.

Mereka kini mulai menempati rumah susun di Kompleks Pasar Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sebanyak 162 warga Syiah terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak tersebut menempati 72 kamar di rusun yang sebenarnya disediakan khusus bagi pedagang pasar itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Indonesia Dinilai Paling Dermawan Sedunia
Tulisan selanjutnya Anggota DPR: LGBT Salahi Kodrat Tuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?