Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Akhiri Kolonialisasi di PT, UIKA-UTM adakan Seminar Pendidikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Juli 2013 10:00 10:00 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Juli 2013 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerjasama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan AQL Islamic Center Jakarta, akan menghadirkan pembicara pakar pendidikan internasional, Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud.

Seminar akan diselenggarakan di AQL-IC Jakarta, pada Sabtu 6 Juli 2013. Sejumlah pembicara lain yang telah menyatakan kesediaan untuk hadir adalah Dr. Adian Husaini (Ketua Prodi magister dan doktor Pendidikan Islam-UIKA Bogor), Assoc Prof Dr Khalif Muammar (pakar pemikiran Islam asal Bandung yang kini berkibar di Malaysia), Dr. Nirwan Syafrin (pakar pemikiran Islam, wakil rektor UIKA Bogor), Dr. Wendi Zarman (pakar sains Islam, dosen UNIKOM Bandung), dan Adnin Armas MA (pakar filsafat Islam, direktur eksekutif INSISTS), juga KH Bahtiar Nasir, Sekjen Majlis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Menurut Ketua Panitia, Dr. Nirwan Syafrin, seminar kali ini memiliki arti yang sangat penting bagi UIKA dan Institusi Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia, bahkan di dunia Islam lainnya. Sebab, seminar akan menfokuskan perumusan konsep ideal suatu “Universitas Islam” dan merumuskan formula ideal tentang kurikulum ideal yang seharusnya diterapkan oleh Perguruan Tinggi Islam.

“Karena itu, kami hadirkan sejumlah pakar yang menguasai bidang pemikiran dan pendidikan Islam tetapi sekaligus memahami tantangan pemikiran kontemporer,” kata Dr. Nirwan.

Dr. Wendi Zarman, pakar fisika alumnus S1 dan S2 di ITB yang kemudian menyelesaikan disertasinya doktornya di UIKA Bogor tentang Islamisasi kurikulum sains di sekolah. Adnin Armas, dikenal luas sebagai pakar filsafat Islam yang sangat mumpuni di bidang Islamisasi kurikulum filsafat Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dr. Khalif Muammar pun kini dikenal luas sebagai pemikir muda yang sangat produktif menghasilkan karya-karya tulis seputar pluralisme, liberalisme, dan pemikiran kontemporer lainnya di bidang pendidikan.

Dr. Khalif adalah sarjana Syariah dari satu universitas di Yordan yang menyelesaikan doktornya di ISTAC-IIUM. Pembicara lain adalah Dr Adian Husaini yang akhir-akhir ini banyak menghasilkan tulisan seputar Pendidikan Islam yang ideal.

Menurut Dr. Nirwan, yang patut disyukuri adalah kehadiran Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, sebagai keynote speaker dalam seminar ini.

Nama Prof Wan Mohd Nor sudah sangat dikenal luas di Indonesia dan dunia islam internasional, karena buku-bukunya telah diterjemahkan dalam puluhan bahasa. Di antara karya monumentalnya yang diterbitkan di Indonesia berjudul Filsafat dan Praktik Pendidikan Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Rihlah Ilmiah: Dari Neo-modernisme ke Islamisasi Ilmu.

Belum lama ini, pada 26 Juni 2013, Prof Wan Mohd Nor menyampaikan pidato profesorialnya yang sangat bersejarah di UTM, berjudul “ISLAMIZATION OF CONTEMPORARY KNOWLEDGE AND THE ROLE OF THE UNIVERSITY IN THE CONTEXT OF DE-WESTERNIZATION AND DECOLONIZATION.”

Pidato ini dihadiri oleh lebih dari 500 akademisi dari berbagai negara dan disebut-sebut sebagai pidato ilmiah terbaik dalam sejarah kampus tersebut.

Diharapkan, Prof Wan Mohd Nor juga akan membahas kembali pidato ilmiahnya tersebut di Jakarta. Sebab, menurut Dr. Adian, yang sudah membaca naskah pidato setebal 50 halaman itu, pidato Prof Wan itu memberikan argumentasi yang sangat kokoh secara ilmiah tentang keharusan melakukan islamisasi ilmu, khususnya di tingkat Pendidikan Tinggi.

“Membaca pidato ini, kita diyakinkan, bahwa sudah tidak zamannya lagi mempertahankan konsep westernisasi dan kolonialisasi di bidang pendidikan tinggi. Sudah ketinggalan zaman.

Kampus-kampus Islam di Indonesia berpeluang besar menjadi pelopor dalam gerakan dewesternisasi dan dekolonialisasi ini,” ujar Dr. Adian, sebagaimana dikutip dalam siaran pers panitia seminar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Ucapkan Selamat kepada Militer Mesir
Tulisan selanjutnya Adly Mansour dari Hakim ke Kursi Presiden Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?