Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahasiswa Aceh Berharap Dievakuasi dari Mesir

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2013 16:04 4:04 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 20 Agustus 2013 16:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi, terutama di Univeristas Al Azhar, termasuk warga Aceh di Mesir, yang keseluruhan berjumlah 260 orang, berharap Pemerintah Aceh segera mengevakuasi mereka dari negara yang sedang dilanda kekisruhan politik tersebut.

Pasalnya, selain kondisi tidak menentu, termasuk jadwal perkuliahan tidak jelas, perbekalan mereka juga mulai menipis. Harga bahan pokok pun terus melonjak.

Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir, Muammar Zainun yang menghubungi laman Serambi Indonesia melalui layanan chating facebook, Senin (19/8/2013) sore mengatakan, situasi saat ini tidak menentu. Meski sebagian masih masa libur kuliah, tetapi informasi dari kampus juga tidak jelas.

Ia berharap Pemerintah Aceh dapat berkomunikasi secara intens untuk proses evakuasi jika keadaan semakin darurat, sebagaimana telah dilakukan sejumlah provinsi lain di Indonesia dengan mahasiswanya di Mesir.

“Kami berharap Gubernur Aceh, berkomunikasi secara intens dengan pihak-pihak terkait untuk mengevakuasi kami jika keadaan semakin darurat dan tidak menentu,” kata Muammar Zainun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sejak pecahnya revolusi 30 Juni, yang dilanjutkan dengan kudeta militer terhadap pemerintahan Muhammad Mursy pada 3 Juli 2013, kondisi masyarakat Indonesia, termasuk Aceh, di Mesir relatif tidak aman. “Secara umum, kondisi perkuliahan dan pendidikan di Mesir belum ada suatu keputusan yang jelas, dan saat ini jadwal ujian dan kuliah yang sudah dicanangkan rata-rata sudah dicabut sampai waktu yang tidak ditentukan sembari menunggu keadaan normal,” katanya.

Muammar juga menjelaskan, ada beberapa mahasiswa tingkat akhir yang harus mengikuti jadwal pemutihan mata kuliah. Namun, belum ditentukan waktu pelaksanaannya sampai saat ini berhubung kondisi belum kondusif.

Zahrul Bawady yang juga mahasiswa Aceh di Mesir mengatakan, saat ini mahasiswa pascasarjana yang masih dalam tahap tamhidi (sebelum menulis tesis), belum mendapati informasi kapan mereka akan sidang tesis. Menurutnya, aktivitas mahasiswa Aceh menjadi sangat terbatas. Kegiatan keilmuan dan pendidikan yang dilaksanakan pengurus KMA tidak dapat berjalan dengan lancar.

Ia juga mengatakan, keselamatan warga asing di bawah bayang-bayang kecemasan karena tidak stabilnya aparat keamanan. Beberapa saksi mata yang ditemui Zahrul Bawady menyebutkan, kondisi makin mencekam saat pendukung militer yang mengetahui sebagian masyarakat Indonesia mendukung Mursy, telah menimbulkan ketidaksenangan mereka kepada mahasiswa Indonesia.

Zahrul menginformasikan, telah beredar kabar akan ada evakuasi ke tempat sementara di Mesir atau negara terdekat. Evakuasi hanya dilakukan sebagai solusi terakhir terkait keamanan masyarakat Indonesia di Mesir. “Beberapa negara tetangga sudah mulai melakukan evakuasi, di antaranya Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan negara Asia Tengah lainnya. Dikabarkan bahwa mahasiswa Malaysia juga sudah standby untuk dipulangkan ke tanah air mereka,” katanya.

Ia juga berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian lebih terhadap mahasiswa Aceh di Kairo, di mana saat ini beberapa perwakilan provinsi lain di Indonesia telah melakukan audiensi untuk pemulangan mahasiswa.

Saat ini mahasiswa Aceh di Mesir tersebar di Universitas Al Azhar,  Cairo University, dan Universitas Liga Arab (Alesco).

Ketua KMA Aceh, Muammar, juga mengharapkan subsidi pangan dari Pemerintah Aceh. Sebab, menurutnya, sejak kondisi politik di Mesir amburadul, harga bahan pokok melonjak drastis.

“Kami sangat berharap ada inisiatif dari pemerintah derah untuk menanggulangi masalah ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada gejolak pertama di Mesir tahun 2011, Pemerintah Indonesia sempat mensubsidi mahasiswa di Mesir, tetapi tahun ini belum ada dan diharapkan Pemerintah Aceh memperhatikan masalah ini.

“Kami harap Pemerintah Aceh lebih aktif merespons soal keamanan mahasiswa Aceh di Kairo, tidak hanya menunggu gerakan pusat,” pintanya.

Meski hingga saat ini belum ada korban langsung dari efek konflik Mesir dari kalangan Mahasiswa Aceh, tetapi mahasiswa berharap Pemerintah Aceh segera melakukan tindakan nyata melindungi mereka tanpa perlu menunggu jatuhnya korban.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kudeta di MesirRezim militer Mesir tembaki pro Mursy
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Azhar Kecam Pembunuhan Tentara Mesir di Sinai
Tulisan selanjutnya Tokoh Salafy Mesir: Pembunuhan Tentara karena Akidah Sesat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?