Hidayatullah.com—Dukungan simpati atas korban kekerasan di Mesir bukan hanya datang dari kalangan orang dewasa saja. Seribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai elemen massa seperti Nurul Fikri Boarding School Bandung, FSLDK, KAMMI Bandung Raya, Fornusa dan Himpunan Mahasiswa Persis, Jum’at (23/08/2013) mengadakan aksi dan orasi mengecam kekerasan yang dilakukan militer Mesir.
Dalam aksinya yang di gelar di depan Kantor Gubernur Jabar Jalan Diponegoro Kota Bandung tersebut nampak peserta aksi membentangkan berbagai spanduk yang intinya mengajak umat Islam bersatu untuk membantu rakyat Mesir yang teraniaya dan terdzolimi.
Dalam orasinya yang disampaikan oleh koordinatornya mereka mengatakan bahwa musuh Islam di Mesir sangat jelas yakni kaum Zionis dan Syiah.
Menurutnya sebelum terjadi tragedi kemanusiaan terlebih dulu terjadi tragedi keimanan dan aqidah yang menohok harga diri Muslim dunia.
Sementara itu salah satu anggota DPRD Jabar, Cecep Abdul Latif yang memberikan orasinya mengatakan bahwa telah terjadi kejahatan kemanusiaan yang luar biasa di Mesir dalam abad modern.
Menurut Abdul Latif atas dasar kemanusian saja sudah cukup masyarkat dunia internasional mengecam dan bertindak tegas atas aksi brutal di Mesir tanpa perikemanusiaan. Apa yang dilakukan militer Mesir terhadap rakyatnya sudah termasuk kejahatan kemanusiaan tingkat tinggi.
Atas dasar aqidah atau keimanan rasa sudah tinggi memanggil kita untuk membela saudara kita seiman di Mesir.Dari kaca mata kemanusiaan saja sudah menggugah kesadaran umat manusia bahwa di Mesir telah terjadi pembantaian manusia secara brutal,”ujarnya.
Untuk itu atas nama pribadi maupun sebagai wakil rakyat dirinya mendukung penuh aksi yang dilakukan kaum pelajar tersebut. Ia juga menghimbau kaum pelajar dan mahasiswa sebagai generasi harapan bangsa untuk terus berjuang dan menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat dalam rangka membantu rakyat Mesir.
Dalam aksi tersebut selain menggalang dana juga ditampilkan aksi teatrikal yang diperagakan oleh para pelajar dengan menggambarkan saat-saat Presiden Mursy di kudeta militer. Usai pembacaan sikap peserta aksi melakukan longmach dengan menyusuri jalan-jalan utama Kota Kembang dan berakhir di depan Gedung Merdeka.*