Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dewan Da’wah Lepas Da’I Angkatan IV ke Pedalaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 September 2013 13:01 1:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2013 13:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bertempat di aula masjid al Furqon, Kramat Raya 45, hari Rabu (25/09/2913), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menggelar acara pelepasan da’i pedalaman angkatan IV.

Sebanyak 28 orang da’i akan dikirim ke berbagai daerah di seluruh pedalaman nusantara.

Acara dimulai dengan pemaparan kisah-kisah da’wah para da’i yang baru pulang dari pedalaman.  Cerita diawali oleh Safriadi yang bertugas di Tanah Karo, Sumatera Utara.

Dalam kisahnya ia mengatakan tempat tugasnya adalah sebuah perkampungan Muslim yang tidak memiliki da’i. Sehingga masjid yang ada tidak berfungsi dan tidak ada kegiatan keagamaan. Alhamdulillah dengan kedatangannya masjid dan kegiatan keagamaan menjadi hidup.

Ada lagi kisah Miftah, da’i yang dikirim ke Pulau Terong, satu pulau kecil diperbatasan Indonesia dan Singapura. Pulau kecil yang bisa dikelilingi hanya 20 menit dengan jalan kaki.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kegiatan menarik yang dilakukan Miftah adalah memberdayakan ekonomi masyarakat dengan memproduksi kerupuk ikan tenggiri, tentu dengan tetap menjalankan tugasnya membimbing masyarakat memahami dan mengamalkan Islam.

Lain lagi kisah Asron yang ditugaskan di Wasior, Papua Barat. Ia lebih fokus berda’wah di lembaga pendidikan. Sebab di setiap lembaga pendidikan di sana tidak ada guru agama Islam, padahal hampir 30% siswanya beragama Islam. Maka dengan dukungan orangtua siswa muslim ia diizinkan oleh pihak sekolah untuk mengajarkan agama Islam kepada siswa muslim.

Sementara Hendriyanto, da’i asal Sapeken, ditugaskan di Desa Cintamanis, Palembang. Tempat tugasnya belum memiliki infrastruktur yang layak. Termasuk jalan yang masih rusak sehingga ketika musim hujan jalannya becek. Padahal desa yang harus dida’wahi jaraknya berjauhan dengan tempat tinggalnya. Jalan yang becek itu sangat sukar dilalui oleh sepeda motor, sehingga harus jatuh bangun berkali-kali setiap melakukan perjalanan.

Kisah Robithah tidak kalah menarik. Ia ditugaskan di Pulau Kera, NTT. Masalah besar di pulai ini adalah tidak adanya fasilitas pendidikan, sehingga sudah tiga periode anak-anak di sana mengalami buta huruf. Selain menggiatkan kegiatan agama, Robith juga menggiatkan kegiatan pendidikan yang diadakan di sebuah gubuk reyot. Sampai akhirnya Robith berhasil mendirikan Rumah Sekolah dengan bantuan dari para muhsinin Lazis Dewan Da’wah. 

Ada juga kisah Robiansyah yang ditugaskan di Waihotong, Pulau Buru, Maluku Utara. Sebuah desa yang penduduknya mayoritas muslim namun tidak memiliki pemahaman dan pengamalan yang baik tentang Islam. Bukan mereka tidak mau namun karena tidak ada guru yang mengajari. Hingga di desa ini tidak ada shalat jumat karena ketiadaan imam dan khatib. Tantangan berat di desa ini adalah tidak adanya alat transportasi, sehingga perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang puluhan kilometer.        

Terakhir ada kisah dari Heri Syahmuda yang ditugaskan di Dusun Tubeket, Mentawai, Sumatera Barat. Salah satu program yang dijalankan adalah pemberdayaan pertanian dengan mengajak masyarakat menanam padi. Karena di desa ini sudah 15 tahun masyarakat tidak  menanam padi. Alhamdulillah ia sudah berhasil panen raya bersama masyarakat dengan lahan pertanian seluas 20 hektar.

Acara dihadiri oleh para pengurus Dewan Da’wah, jamaah dan para muhsinin Lazis Dewan Da’wah.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustad Syuhada Bahri dalam tausyiyahnya mengatakan bahwa apa yang dikisahkan para da’i yang baru pulang itu, menambah bukti dari janji-janji Allah kepada orang-orang yang berjuang menolong agamaNya. Bahwa orang-orang yang menolong agama Allah pasti akan ditolong olehNya.

“Adalah bukti bahwa da’wah mereka berada di jalan yang benar. Sebab kata Pak Natsir jika da’wah tidak ada kesulitan dan rintangan, jangan-jangan ada yang salah dengan da’wah kita. Karena da’wah adalah kebenaran, maka sudah pasti akan mendapat hambatan dari musuh-musuh da’wah,” demikian sidampaikan Syuhada Bahri tentang kesulitan dan cobaan yang dihadapi para da’i itu, meminjam ungkapan Pak Natsir.

Terakhir Ustadz Syuhada mengajak kepada kaum muslimin untuk sama-sama menjadi pendukung da’wah di pedalaman dengan kemampuan masing-masing.

Di akhir acara dilakukan serah terima bantuan secara simbolis dari Bank Mega Syariah kepada Lazis Dewan Da’wah, uang sebesar Rp. 100.000.000 untuk da’wah pedalaman.*/Abu Dzakir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua BKSAP Berduka Meninggalnya Hakim Agung Prof. Rifyal Ka’bah
Tulisan selanjutnya Beginilah Cinta yang Murni Menembus Kepungan Dengki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?