Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dr. HM Baharun: Perbedaan Sunni-Syiah tak Lagi Fikih, tapi Tauhid

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2013 06:32 6:32 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 28 Oktober 2013 06:32
Bagikan
Acara seminar di Cimahi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pernyataan yang mengatakan tidak ada berpendapat hakiki antara Sunni-Syiah menunjukkan ketidakpahaman masyarakat antara akidah Sunni dan akidah Syiah. Padahal, dilihat  perayaan yang digelar bisa dipastikan ada kaitannya dengan keyakinan yang sudah berbeda keduanya.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI), Fahmi Salim,MA saat menjadi narasumber acara tablig akbar dengan tema “Bahaya Laten Syi’ah” yang di gelar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Jabar di Kota Cimahi, Ahad (27/10/2013).

Fahmi menjelaskan, tentang acara perayaan hari besar kaum Syiah di Jakarta yang belum lama ini diselenggarakan. Menurutnya, seharusnya umat Islam sadar bahwa dengan adanya perayaan-perayaan yang berbeda tersebut  membuktikan adanya perbedaan secara prinsip, yakni secara akidah.

“Kalau kehadiran mereka dalam rangka berdakwah kepada kaum Syiah, itu jelas bagus. Namun jika ikut membenarkan atau mendukung perayaan, itu yang berbahaya karena akan menjadi virus akidah,” ungkapnya.

Untuk itu ia mengingatkan agar kaum muslimin tidak terjebak dalam perangkap kaum Syiah baik pemikiran atau amaliyah. Padahal secara akidah ada perbedaan mendasar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Senada dengan Fahmi, salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Prof. Dr. HM Baharun mengingatkan agar ajaran Syiah tidak lagi dianggap sebagai perbedaan fikih semata namun sudah masuk pada wilayah tauhid.

Sambil menyitir pernyataan salah satu ulama besar di Indonesia, ia mengingatkan kasus Syiah di Indonesia akan menjadi bom waktu.

“Bom itu sudah meledak di mana-mana, terakhir di Jember. Haruskah menunggu yang lebih besar lagi korbannya?,” tanyanya. [Baca juga:  Kasus Konflik Syiah-Sunni Sampang, Dr.HM Baharun: “Jika Ada Penistaan, Pasti Ada Perlawanan”]

Guru Besar Sosiologi Agama yang juga dikenal seorang pengkaji dan penulis serius masalah Syiah ini juga menghimbau umat Islam tidak malas belajar dan membaca sejarah secara benar bukan sekedar mendengar propaganda-propaganda khususnya menyangkut pemikiran Syiah yang terkesan ilmiah tapi sesungguhnya menyesatkan.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baharunbom waktufikihMIUMIsunnisyiahtauhid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menristek Perketat Masuknya Peneliti Asing
Tulisan selanjutnya Hasan al Banna, Ikhwanul Muslimin dan Nasionalisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Berita
12 Juni 2026 21:48
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?