Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahasiswa di Solo Luncurkan Gerakan “1000 Rupiah untuk Jilbab Polwan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Desember 2013 12:01 12:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Desember 2013 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Elemen mahasiswa di Kota Solo, Jawa Tengah, akan menggelar kegiatan sekaligus peluncuran “Gerakan 1000 Rupiah untuk Jilbab Polwan”, siang hari ini lepas Jum’at, 2 Syafar 1435 H (6/12/2013). Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Solo Raya.

Kegiatana itu menyusul ide yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (Jawa Timur) melalui Sekretaris MUI Jatim, Mohammad Yunus, yang menggagas program pengumpulan koin untuk Jilbab Polwan beberapa waktu lalu.

Aksi simpatik ini digelar pada hari ini pukul 13.00 WIB berpusat di lokasi Bundaran Gladak Kota Solo. Aksi akan berlanjut hari Ahad pagi pekan ini di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo, selama carfreeday hari tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan simpatik Gerakan 1000 Rupiah untuk Jilbab Polwan ini, Rudi Andrean, menjelaskan aksi tersebut bertujuan untuk menggerakkan hati para petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengakomodasi hak-hak Polwan yang muslim agar dapat mengenakan jilbab untuk menutup aurat mereka.

Selain itu, katanya, aksi tersebut dalam rangka mengajak masyarakat secara umum untuk mendukung hak asasi mengenakan hijab dengan gerakan koin untuk jilbab Polwan agar soal anggaran tak lagi dijadikan dalih penangguhan keinginan tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami menilai penangguhan mengenakan jilbab untuk Polwan sebagai upaya menghambat kerudung sebagai pakaian dinas. Ini menunjukkan bahwa sekecil apapun spirit menegakkan Islam pasti selalu dihambat,” kata Andrean kepada Hidayatullah.com, Jum’at, 2 Syafar 1435 H (6/12/2013)

Sementara itu, Koordinator Daerah BKLDK Soloraya, Muhammad Ihsan, menyatakan tak habis pikir soal anggaran yang menjadi salah dalih penangguhan mengenakan hijab oleh Polwan. Menurutnya soal ketiadaan anggaran merupakan alasan yang mengada-ada.

Padahal, tegas dia, jika dihitung kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk pengadaan kerudung bagi Polwan tidaklah seberapa dibandingkan dengan dana pembelian hewan (anjing pelacak).

Ihsan mengestimasi, apabila kebutuhan dana secara kasar untuk pengadaan kerudung ini misalkan jumlah anggota Polwan sebagaimana yang dikatakan oleh Oergoseno 12.100 personil, dan harga kerudung yang dibutuhkan Polwan adalah Rp 20.000 maka jumlah dana total yang dibutuhkan adalah Rp 242.000.000.

Jumlah tersebut dinilai Ihsan masih berpotensi mengecil mengingat 12.100 itu adalah jumlah total Polwan yang belum dipisahkan antara yang muslim dengan yang non-muslim. Ditambah lagi jika para Polwan justru berinisiatif untuk membeli kerudung  dengan dana mereka sendiri.

“Jika demikan, maka sungguh nilai ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan harga pembelian hewan yang mencapai Rp 16.000.000.000, ataupun dana pengadaan kondom bagi generasi muda Indonesia agar mereka dapat melakukan seks bebas yang mencapai Rp 25.000.000.000,” kata Ihsan kepada media ini beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyatakan menghormati keputusan Polri dan mengharapkan jajaran Polri tidak menunda terlalu lama Polisi Wanita (Polwan) untuk melaksanakan hak syariatnya.

“Kami menghormati keputusan Polri menunda keputusan jilbab di kalangan Polwan. Namun sebaiknya tidak boleh lama-lama, karena itu sama saja menghalangi hak seseorang melaksakan keyakinannya,” demikian disampaikan Sekretaris MUI Jatim, Muhammad Yunus, dalam pernyatan yang disampaikan pada hidayatullah.com, Kamis (05/12/2013).

Menanggapi pernyataan penggunaan jilbab untuk Polwan karena belum ada seragam dan anggaran, ia mengatakan,  jika anggaran dijadikan alasan penundaan penggunaan Polwan menggunakan jilbab, ia setuju mengajak umat Islam membantu kelancaran anggaran jilbab di tubuh Polri dengan cara program pengumpulan “Koin untuk Jilbab Polwan”.

“Bagaimana jika kita ajak umat kumpulkan uang Rp 1000-2000,-  perorang untuk menyumbang jilbab demi kelancaran Polwan Muslim?” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Kapolri Komjen Oegroseno beberapa kali menyatakan bahwa penundaan penggunaan jilbab di kalangan Polwan karena menunggu ada payung hukum yang mengatur.

Wakapolri juga mengatakan, pengadaan seragam Polwan masih harus dibicarakan lagi dengan DPR. Hal ini karena DPR yang menyediakan anggaran.

“Dari negara, dari rakyat lagi kan. Ini kan usulan dari anggota DPR Komisi III. Mereka sebagai wakil rakyat wajib menyediakan anggarannya,” kata Oegroseno di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (04/12/2013).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dekati Pasukan Oposisi Suriah, Amerika Kecualikan Al-Nusra
Tulisan selanjutnya BKLDK Sebut Tiga Keganjilan Penundaan Jilbab Polwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?