Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Anis Matta: Perlu Mendekatkan antara Islam, Modernitas dan Keindonesiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Januari 2014 10:29 10:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Januari 2014 10:29
Bagikan
Anis Matta
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menilai perlunya menghilangkan ketegangan antara ideologi dalam kancah politik di Indonesia. Menurutnya saat ini kondisi heterogen di Indonesia belum bisa dilepaskan dari ketegangan segitiga.

“Ada ketegangan segitiga antara Islam, modernitas dan keindonesiaan,” jelasnya dalam pengajian bulanan di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Jum’at (03/01/2014) kemarin.

Anis Matta juga menyampaikan pesan terhadap kekhawatiran akan penegakan syariat Islam. Menurutnya pertanyaan apakah partai-partai Islam akan menegakkan syariat Islam atau tidak adalah bagian dari reaksi dari ketegangan tersebut.

“Padahal Bung Karno sudah berusaha mencairkan ketegangan itu dengan ide Nasionalis, Agama dan Kominis (Nasakom) nya,” jelas lelaki lululusan LIPIA ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karena itu, untuk melihat Indonesia dimasa yang akan datang. Ia menilai perlu mendekatkan antara Islam, modernitas dan keindonesiaan. Untuk itu perlu memahami fase-fase perjalanan dari bangsa Indonesia itu sendiri.

Menurut Anis, pada masa Orde Lama, Indonesia disibukkan dengan membangun pondasi dari kekuatan politiknya. Pada masa Orde Baru, Indonesia dihadapkan pada pengembangan kekuatan ekonominya. Sementara era reformasi, bangsa ini dihadapakan pada kekuatan civil society yang ternyata beraneka ragam latar belakang.

“Sementara pada saat yang sama ledakan globalisasi juga terjadi di dunia international,” tambahnya.

“Lalu lahirlah generasi-generasi yang tidak mengerti apa yang pernah terjadi pada masa Orde Lama dan Order Baru,” tandasnya.

Karena itu menurut Anis, sulit bagi Indonesia untuk berkembang jika kekuatan politik di dalamnya masih terjebak pada ketegangan ideologi tersebut. Padahal untuk siap masuk dalam persaingan global dibutuhkan persiapan yang menglobal.

“Saat ini kita perlu remapping (memetakan ulang,red) kekuatan global, dari situ kita bisa mengukur bagaimana peran Indonesia dalam kancah internasional,” tegasnya.

Menurutnya, proses perubahan ketegangan ideologi itu sendiri bisa dimulai dari satuan terkecil masyarakat yaitu individu. Individu sebagai elemen terkecil masyarakat merupakan titik vital dari perubahan Indonesia itu sendiri.

Adapun tiap individu itu lagi menurut Anis, bisa dirubah melalui tiga hal.

Pertama merubah cara berpikirnya, kedua merubah cara mengelola perasaannya. Dan ketiga perubahan dua hal itu akan merubah setiap tindakannya.

“Nah tindakan yang dilakukan berulang-ulang itulah kepribadian, dan kumpulan dari perpaduan kepribadian itulah yang melahirkan kekuatan dari kebudayaan,” jelasnya.

Guna menguatkan argumentasinya Anis Mata mengambil contoh generasi pertama Islam yang dipimpin Rasulullah Muhammad Shalalallahu Alaihi Wassalam.

Menurutnya, bukan kuantitas kepribadian yang dibutuhkan Indonesia. Untuk menghilangkan ketegangan ideologi itu diperlukan kualitas dalam sebuah kepribadian.

“Dari seratus orang yang berpikir global tersebutlah, 1500 tahun setelahnya kita masih bisa menikmati Islam sebagai kenyakinan kita,” ujarnya. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anis Matta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Tidak Butuh Pemimpin yang Hidup dari Pencitraan
Tulisan selanjutnya Ratusan Kaum Muslimin Iringi Pemakaman Lima Korban Operasi Densus di Ciputat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?