Hidayatullah.com—Pro dan kontra menyangkut isu gerakan Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (ISIS/ISIL) membuat Front Pembela Islam (FPI) ikut bersikap.
Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta mengaku telah melakukan kajian komprehensif terhadap semua data primer dan sekunder terkait ISIS, baik data yang positif maupun negatif, agar bisa mengambil kesimpulan yang objektif, jujur dan adil.
Dalam keterangan bertajuk “Maklumat FPI tentang ISIS” yang dirilis hari Ahad (10/08/2014)
“FPI menyerukan seluruh komponen bangsa, khususnya MPR-RI serta DPR-RI serta DPD-RI, teristimewa Pemerintah TTI serta segenap jajaran penegak hukumnya, sipil dan TNI/ Polri, agar cerdas, cermat dan teliti, serta waspada dan hati-hati dalam menyerap dan menyikapi isu terorisme dan terorisasi, serta propaganda anti Islam yang dilancarkan media global maupun lokal, sehingga tidak terjebak atau pun terperangkap permainan inteligen internasional dalam politik adu domba yang menyebabkan disintegrasi bangsa,” demikian rilis FPI dalam situs resminya, fpi.or.id, hari Ahad.
Mengacu visi/misi FPI sejak didirikan pada 17 Agustus 1998, “Penerapan Syariah Islam dan Penegakan Khilafah melalui jalan da’wah, hisbah dan jihad sesuai dengan Manhaj Nubuwwah” FPI juga menyatakan sikap menyangkut fenomena ISIS.
Diantaranya, FPI mengaku tetap istiqomah dalam perjuangan penerapan syariat Islam secara kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi.
FPI juga mengaku tetap setia mendukung segenap gerakan jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk kezaliman hegemoni global (New Imperalism) untuk menuju terbentuknya khilafah islamiyyah ‘alamiyyah sesuai Manhaj Nubuwwah.
Namun FPI menolak keras segala bentuk peperangan dan kekerasan sektarian antar sesama muslim yang disebabkan karena perbedaan madzhab yang tidak berakar pada masalah ushuluddin dengan mengatas-namakan jihad.
Dalam pesannya, FPI menyerukan seluruh gerakah jihad Islam bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan jihad yang syari’i tanpa membunuh atau menganiaya warga sipil yang tidak terlibat dalam peperangan, apa pun madzhab dan agamanya.
FPI juga mendukung seruan pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zawahiri agar seluruh komponen jihad –baik pasukan Muhammad Al-Jaulani di Suriah maupun pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq dan komponen jihad lainnya– bersatu dan melanjutkan jihad di Suriah, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya yang saat ini sedang tertindas.*