Hidayatullah.com– Kebahagiaan Anita Whardani, salah satu siswi SMA 2 Denpasar yang dilarang berjilbab di sekolah akhirnya tertunda. Pasalnya agenda pertemuan dengan pihak Kepala Sekolah hari Sabtu (11/01/2014) itu gagal.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah SMA Negeri 2 Denpasar Kepala Sekolah tidak berada di tempat karena mengikuti upacara adat.
“Kepala sekolah tidak ada di tempat. Katanya kepala sekolah ada upacara adat. Jadi pertemuan kami gagal,”ungkap Anita.
Sebelumnya, Anita datang bersama orangtua dan Tim Advokasi Pelajar Muslim Bali pukul 06.40 WITA.
Anita datang dengan berjilbab sempurna, karena pada hari Sabtu pelajar berseragam bebas.
Kala itu, Anita berharap pertemuan hari Sabtu itu bisa menjadi akhir yang baik baginya.
“Saya sudah di panggil kepala sekolah dua kali. Hari ini Sabtu (11/12/2014) berharap menjadi pertemuan final keputusan berjilbab di sekolah atau tidak,”ujar Anita Whardani kepada hidayatullah.com.
Gagalnya pertemuan hari Sabtu lalu membuat Anita kecewa dan sedih.
Ia berharap kasus yang membelitnya agar cepat kelar dan sudah ada keputusan pada hari itu juga.
“Saya sedih, mengapa harus tertunda pertemuan ini? Harusnya menjadi hari bahagia buatku,”ujar Nita.*