Hidayatullah.com–Tim Disaster Emergency and Relief Management Aksi Cepat Tanggap (DERM-ACT) mendistribusikan bantuan untuk korban banjir di Dusun Ciminclak, Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Mintra Hendra, Kepala Desa Pusakajaya Selatan yang merupakan kawasan banjir yang belum mendapat bantuan ini, begitu gembira menerima kedatangan Tim ACT.
“Di kawasan ini banjir tidak terekspos media, karena jauhnya lokasi. Banjir merendam puluhan rumah, belum bisa mereka atasi secara swadaya. Perlu uluran tangan banyak pihak,” jelas Lukman Solehudin, Komandan Tim DERM-ACT banjir Karawang.
Ditengah hujan deras yang disertai angin kencang, Tim DERM-ACT mengirimkan bantuan berupa PLP (pakaian layak pakai), dan personal hygien serta makanan siap saji. Bantuan di salurkan ke balai kelurahan yang menjadi posko pusat pengungsian.
“Terima kasih kepada ACT sudah bersusah-payah datang ke sini, tim ACT lah yang pertama kali datang kesini dan sekaligus tim yang pertama kali yang memberikan bantuan.” kata Mintra Hendra.
Mintra mengatakan, warga desanya masih memerlukan beragam perlengkapan lain seperti perlengkapan balita dan anak-anak. “Karena sudah ada beberapa anak yang terserang penyakit akibat kedinginan dan minimnya air bersih,” ungkap Mintra.
Di wilayah lain, di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat warga semakin menyadari akan bahaya banjir yang menimpa.
Ketua Pembina Masyarakat (Binmas) Kecamatan Babelan, Sukirman mengatakan, pihaknya tidak kesulitan jika menginstruksikan seluruh warga untuk segera mengungsi.
“Meski sebagian besar berprofesi sebagai petani, mereka menyadari akan bahaya yang menimpa,”kata dia.
Wilayah Babelan merupakan salah satu dari sekian banyak wilayah yang dilintasi oleh sungai besar.
“Sebelumnya, kami selalu memberikan arahan kepada warga tentang keselamatan diri ketika banjir datang. Saat ini mereka sudah terbiasa dan mengerti harus berbuat apa saat air naik, dan Alhamdulillah kami tidak pernah kesulitan saat melakukan evakuasi,”ungkapnya.
Kesadaran diri warga Babelan ini, patut menjadi contoh bagi setiap warga yang saat ini masih sulit untuk dievakuasi saat dilanda banjir.*