Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Dai harus Mau Dikoreksi, Enak beri Nasihat, Enak pula Dinasehati

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 19 Januari 2014 12:15 12:15 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 Januari 2014 12:08
Bagikan
Suasana Rakornas Hidayatullah di Depok
Bagikan

Hidayatullah.com- Para dai di Indonesia harus distandarisasi, meliputi berbagai aspek. Di antaranya aspek spiritualitas, seperti shalat, berinfaq, dan perbaikan baca al-Qur’an.

Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman menyerukan ini dalam tausiyahnya pada acara Rakornas Hidayatullah di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 16 Rabiul Awal 1435 H (18/1/2014).

“Berhenti memperbaiki baca al-Qur’an itu (berarti) berhenti jihad,” ujarnya di depan ratusan pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah se-Indonesia.

Menurut Abdurrahman, jihad itu banyak macamnya, di antaranya termasuk usaha keras memperbaiki baca al-Qur’an. Jihad ini bukan hal mudah, apalagi bagi para dai yang lidahnya masih “asli”, berlogat khas daerah masing-masing.

“Lidah kita ini kan masih asli. Saya Bugis, ada yang Makassar, ada Jawa. Ini harus diluruskan (sesuai lafadz bahasa al-Qur’an. Red),” ujarnya.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Aspek penting lain yang harus distandarisasi adalah gaya dai dalam berdakwah, yaitu bersikap lemah lembut. Abdurrahman mengkritis sikap pendakwah yang keras dan seakan mau mematikan yang lain.

“Ini yang perlu dikoreksi, keras-keras semua (dakwahnya), mau dimatikan, semua dikafirkan,” singgungnya.

Dengan demikian, para dai harus terbuka dalam dakwahnya. Terbuka untuk dikoreksi oleh siapa saja. Enak memberi nasihat, dan enak pula diberi nasihat.

Selain itu, antara pelaku dakwah dengan objek dakwah juga harus ada kedekatan. Begitu pula antara pemimpin dengan jamaahnya.

“Sekali-kali dirangkul murid, sekali-kali diundang ke rumah. Ada kedekatan, intinya. Ini yang harus dibangun, keakraban,” ujarnya berpesan kepada para ustadz-ustadz Hidayatullah.

-Dai Harus Bekerja-

Abdurrahman menyampaikan, standarisasi dai tidak hanya meliputi spiritual dan gaya berdakwah. Tapi juga standar keekonomian, seperti pekerjaan mencari nafkah.

“Para pelaku dakwah harus berdaya secara pekerjaan, biar mereka bisa berinfaq. Berinfaq ini harus jadi budaya. Jadi (dai) harus bekerja, ada jalur rezeki yang halal,” jelasnya.

Abdurrahman pun mengaku, selama ini di sekitar rumahnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, dia tengah membudidayakan berbagai tanaman produktif, seperti singkong dan pisang.

Namun, dia mewanti-wanti para dai terkait hal-hal duniawi. Semua itu bisa menjadi beban jika penggunannya tidak tepat. Solusinya adalah dengan berinfaq di jalan Allah.

“Harus yakin bahwa Allah ganjar 700 kali lipat (infaqnya),” tandasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dapat Jatah Lauk Babi, Pengungsi Butuh Makanan Halal
Tulisan selanjutnya ACT Distribusikan Bantuan Korban Banjir ke Karawang dan Bekasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?