Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fenomena Internet, Sekolah hanya Tempat Makan Siang

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Februari 2014 14:26 2:26 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Februari 2014 14:26
Bagikan
revolusi 4 0
Bagikan

Hidayatullah.com– Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim Prof.  Daniel M. Rosyid PhD mengatakan bahwa dunia internet sekarang telah menggerogoti dinding-dinding sekolah.

Fenomena intenet menjadikan sekolah tidak dijadikan satu-satunya tumpuan dalam menuntut ilmu dan mendidik karakter anak.

“Sekolah hanya tempat makan siang, sementara di rumah ada makan pagi dan makan malam, artinya pendidikan sesungguhnya ada pada keluarga,” ujar dosen Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) ini meminta masyarakat lebih memperhatikan keluarga.

Daniel menambahkan bahwa konsep pendidikan Indonesia saat ini berkiblat di Barat. Sementara kehidupan Barat tak sama dengan kehidupan di Indonesia.

Di Barat pada tataran kehidupan sosial rumah tangga atau keluarga telah hancur, sehingga mereka menumpukan pendidikan anak-anaknya pada sekolah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Di dunia Barat keluarga atau rumah tangga itu sudah hancur, sehingga mereka hanya mengharapkan sekolah sebagai pusat pendidikan,” ucap lulusan dari Dept. of Marine Technology, the University of Newcastle upon Tyne, Inggris ini.

Karenanya ia meminta agar Indonesia tidak boleh seperti dunia Barat yang  menghilangkan peran keluarga dalam menididik anak. Karena sesungguhnya keluarga merupakan tempat pendidikan utama untuk menumbuhkan karakter anak.

Daniel khawatir dengan tingginya angka percerain di Indonesia yang menurutnya mencapai 35 kasus perjam bisa mengantarkan negara ini seperti negara-negara Barat.

Untuk itu ia menghimbau kepada pemerintah untuk kembali memperhatikan keluarga Indonesia.

“Laju percerain di Indonesia mencapai 35 kasus perjam, ini sangat mengkhawtirkan. Jadi semestinya pemerintah harus lebih memperhatikan keluarga Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Pendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Modus Pemurtadan di Sekolah Non Muslim
Tulisan selanjutnya Valentine’s Day, MUI Larang Apotik Jual Kondom pada Pelajar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?