Hidayatullah.com– Jutaan warga Muhammadiyah diperkirakan menghadiri Muktamar ke-48 persyarikatan itu. Ormas Muhammadiyah akan menggelar Muktamar ke-48 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada 1-5 Juli 2020.
Muktamar Muhammadiyah ke-48 adalah ajang musyawarah tertinggi setelah Tanwir. Muktamar Muhammadiyah digelar setiap lima tahun sekali. Dalam Muktamar ke-48, persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu mengusung tema “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta”.
Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, muktamar tersebut selain kegembiraan milik warga persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, juga kegembiraan bagi bangsa Indonesia secara umum.
Demam Muktamar Muhammadiyah, kata Mu’ti, merupakan kegembiraan bersama.
Total jumlah peserta sebanyak 3.109 orang akan hadir di lokasi muktamar, dengan rincian sebanyak 2.883 sebagai peserta Muktamar Muhammadiyah, dan sebanyak 226 sebagai peserta Tanwir. Sedangkan untuk penggembira, Mu’ti memperkirakan Muktamar Muhammadiyah ke-48 akan dihadiri lebih dari 1.000.000 jiwa, baik yang datang dari dalam dan luar negeri.
“Melayani tamu pada muktamar merupakan investasi untuk modal sosial, sehingga kita harus bisa melayani tamu yang hadir dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti dalam rapat Pleno PP Muhammadiyah yang menghadirkan Panitia Pusat, Panitia Penerima Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu pekan ini kutip website resmi persyarikatan pada Kamis (13/02/2020).
Panitia Muktamar rencananya akan mengundang Presiden Joko Widodo, para ahli, serta peneliti dan pengamat Muhammadiyah dari luar negeri.
“Karena mereka ini selain sebagai peneliti dan pengamat, mereka bukan cuma ahli, tapi mereka juga juru bicara Muhammadiyah di level internasional,” ujar Mu’ti.
Untuk menyemarakkan muktamar, akan digelar sejumlah kegiatan seperti Gowes Syiar Muktamar dan seminar pra muktamar yang diselenggarakan di beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), termasuk acara-acara yang dihelat oleh Pimpinan Pusat, dan tingkat pimpinan di bawahnya.
Perhelatan muktamar nanti juga akan didukung RS PKU Muhammadiyah Solo, kata Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Agus Taufiqurrahman.
Akan disediakan tenda lapangan untuk RS di arena muktamar, serta dikerahkan ambulans yang dimiliki oleh Muhammadiyah Solo dan sekitarnya. PKU Muhammadiyah Solo menjadi satu di antara 11 Rumah Sakit di Indonesia yang lolos akreditasi internasional dengan nilai yang memuaskan.*