Hidayatullah.com—Sidang lanjutan di PTUN Bandung antara Walikota Bekasi selaku tergugat dan Gereja St. Stanislaus Kostka Kranggan Bekasi (tergugat intervensi) melawan Nurman dan kawan-kawan (mewakili umat Islam Jatisampurna Bekasi) selaku penggugat yang digelar Kamis (27/02/2014) hanya mengagendakan penyerahan kesimpulan akhir masing-masing pihak.
Kuasa Hukum Penggugat yang diwakili KL Pambudi,SH dalam keterangannya yang disampaikan kepada hidayatullah.com usai persidangan menyatakan bahwa terbitnya SIPMB Gereja Katolik St.Stanislaus Kostka Kranggan oleh Walikota Bekasi cacat hukum. Hal tersebut lanjutnya terbukti saat sidang yang menghadirkan saksi dari pihak penggugat maupun saksi dari pihak tergugat.
“Salah satu kesimpulan kita adalah tidak benar jika pembangunan gereja tersebut mendapat dukungan hingga 450 warga sekitar yang mendapat pembagian sembako,yang benar pembagian sembako hanya diberikan kepada 100 orang pendukung saja,itupun yang mengambil anak-anak dan ibu-ibu yang membwa anak,”ujarnya.
Ia menambahkan dalam kesimpulan akhir tersebut pihak penggugat memohon kepada majelis hakim yang dipimpin H. Al’an Basyier, SH dengan anggota Nelvy Christin,SH dan Edi Firmansyah,SH untuk memberikan putusan menolak eksepdi dari Tertugat dan Tergugat Intervensi.
Selain itu pihaknya juga memohon majelis hakim untuk menyatakan batal atau tidak sah SIPMB Gereja St.Stanislaus Kostka Kranggan serta memerintahkan kepada Walikota Bekasi untuk mencabutt SIPMB tersebut.
Dalam kesempatan tersebut majelis hakim menolak Kuasa Hukum Tergugat Intervensi karena dianggap masih advokat magang. Sidang pembacaan putusan sendiri akan berlangsung Kamis,(20/02/2014), hal ini menurut keterangan majelis hakim dikarenakan ada salah satu majelis hakim yang akan menjalankan ibadah umroh.
Sementara itu di luar gedung PTUN seribuan umat Islam dari Bekasi dan Bandung mendengarkan orasi yang dilakukan oleh perwakilan ormas Islam.Pantauan hidayatullah.com mereka yang melakukan orasi perwakilan dari FUI Bekasi,FUUI,Dewan Dakwah,API, Garis,FPI dan beberapa ormas Islam lainnya. Dengan mendapat penjagaan dari ratusan aparat kepolisian orasi berlangsung dengan tertib.
Sepanjang aksi mereka tak henti-hentinya meneriakan takbir.*