Hidayatullah.com–Syeikh Ali Jaber, ulama kelahiran Madinah mengaku bangga dengan banyaknya majelis taklim kaum perempuan di berbagai daerah. Semangat kaum perempuan dalam mengkaji ilmu Islam ini lebih tinggi dibanding kaum lelaki.
“Di Jakarta saja, dari info yang saya dapat ada 15 ribu majelis taklim kaum ibu,” ujar Syeikh Ali Jaber saat mengisi pengajian di Yayasan Al-Washiyyah Kebon Nanas, Jakarta Timur, Ahad (23/03/2014) pagi.
Namun, rasa bangga itu diiringi rasa prihatin. Syeikh Ali Jaber menilai banyaknya kaum perempuan mengikuti majelis taklim, ternyata tidak dibarengi dengan amaliah yang baik.
“Kita lihat kaum ibu merupakan penonton terbesar sinetron-sinetron di televisi. Mereka (kaum perempuan) memang ada yang rajin berpuasa sunnah, tetapi gosip jalan terus,” kata Syeikh Ali Jaber yang sudah berkewarganegaraan Indonesia ini.
Syeikh Ali Jaber bahkan setiap hari menerima berbagai macam keluhan dari kaum perempuan, baik dari telepon, maupun bertatap muka. Ada yang mengeluh karena anaknya banyak, ada yang mengeluh karena tidak punya anak. Ada yang mengeluh karena suaminya tidak sesuai harapan, ada juga yang mengeluh karena belum dapat suami.
“Punya anak stres, tidak punya anak stres. Punya suami stres, belum punya suami juga stres. Banyak kaum ibu yang stres,” jelas dia prihatin.
Syaikh Ali Jaber berpesan, agar kaum perempuan memiliki mental yang tangguh. Kaum perempuan memiliki peran penting dalam mencetak generasi-generasi penerus.
“Apa jadinya kalau mereka banyak yang stres?” tegas dia.
Syeikh Ali Jaber meminta agar kaum perempuan menikmati persoalan yang dihadapi dengan bersabar. Kemudian semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat tahajjud, membaca al-Qur’an, dzikrullah, dan amaliah lainnya.
“Jangan memperbanyak gosip dan nonton sinetron,” kata Syeikh Ali Jaber.*