Hidayatullah.com—Hari Rabu (02/03/2014) polisi Polisi bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan penggerebekan di salah satu rumah warga milik Cecep Solihin. Rumah tersebut digeledah karena diduga sebagai tempat aliran sesat.
Delapan orang yang berada di rumah itu langsung diamankan petugas dan hingga kini masih dalam proses pemeriksaan penyidik. Selain mengamankan delapan orang, petugas juga menemukan beberapa kertas yang menunjukkan jika Cecep merupakan pimpinan dari aliran tersebut.
Hal itu diungkapkan Rafani Ahyar, Sekretaris MUI Jawa Barat. “Di dalam rumah itu kami mendapatkaan pernyataan tertulis yang menyatakan jika pimpinan aliran ini yakni Cecep Solihin adalah nabi,” ujar Rafani di lokasi penggerebekan di Jalan Cinta Asih RT 01/11, Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu malam, 02 April 2014.
Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi, mengatakan, awalnya pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa di rumah tersebut sering terjadi kegiatan khusus.
“Ada yang melaporkan ke Polsek Bawet, ada seorang istri yang tidak pulang-pulang. Setelah itu, kami selidiki dan memanggil pihak RT/RW termasuk MUI dan kami rapatkan sebelum melakukan ini (penggebekan),” kata Mashudi dikutip Antara.
Dalam penggerebekan di rumah tersebut, polisi mengamankan delapan orang. Rumah tersebut juga langsung dijaga aparat kepolisian. Kedelapan orang tersebut akan dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa berkas serta laptop dari rumah itu.
Berdasarkan informasi warga sekitar rumah tersebut diketahui ditempati oleh Cecep Solihin, yang mengaku sebagai nabi atau rasul. Selain itu, pria tersebut juga pernah diusir karena dianggap menyebarkan aliran sesat.
Ketika dikonfrmasi mengenai hal tersebut, Kapolrestabes Bandung mengaku terus melakukan pendalam dalam kasus ini.
“Sampai saat ini kami masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan atas kasus ini,” ujarnya.
Salah satu warga yang melaporkan aliran sesat ini ialah Toha. Dia menilai apa yang diajarkan oleh Cecep sudah tidak masuk akal.
Berdasarkan pengakuan Toha, istrinya telah mengikuti ajaran ini sejak satu tahun belakangan ini. Awalnya, dia mengira jika ajakan Cecep itu agar istrinya bisa menambah ilmu agama. Namun, setelah mengkuti ajaran tersebut. Istrinya berubah drastis.
“Jadi istri saya tidak lagi menghormati saya, tidak mengakui nabi Muhammad sebagai Rosul akhir zaman serta mengaku jika Cecep Solihin sebagai nabi,” kata Toha dikutip Vivanews.*