Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Rawan Fitnah, Orangtua Diimbau Masukkan Anaknya ke Pesantren

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 April 2014 09:40 9:40 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 April 2014 09:40
Bagikan
Ilustrasi anak-anak pesantren
Bagikan

Hidayatullah.com- Mewaspadai zaman penuh fitnah saat ini, para orangtua diimbau memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan pesantren. Imbauan ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Aziz Kahar Muzakkar di Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/4/2014) sore.

Menurut Abdul Aziz, saat ini anak-anak sangat rentan jadi fitnah. Contoh fitnah yang paling berbahaya adalah internet. Dengan internet, mereka bisa mengakses situs-situs negatif.

“Ini betul-betul menjadi tantangan orangtua. Sungguh sangat mengerikan justru di dunia sekarang,” ujarnya dalam tausiyahnya pada acara tasyakuran dan aqiqahan anak dari Ketua Pimpinan Pusat Hidayatullah Bidang Sumber Daya Insani Abdul Muhaimin.

Menurut Aziz, dengan menyekolahkan anak ke pesantren, paling tidak bisa meminimalkan pengaruh budaya negatif. Aziz mengutip pernyataan ahli pendidikan yang mengatakan bahwa anak yang paling aman sekarang di pesantren.

“Syukurlah kalau anak-anak kita di pesantren, paling tidak sampai SMA. Jangan sampai ada di pikiran kita ini untuk mencoba sekolahkan (anak) di luar pesantren. Yang di pesantren saja pun belum tentu (aman),” imbuhnya di depan awak Hidayatullah.com dan para undangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tiga Kategori Anak

Aziz mengatakan, anak adalah modal terbesar bagi orangtuanya. Emosi orangtua terhadap anaknya sangat dekat. Dalam al-Qur’an pun disebutkan tiga kategori anak.

Yaitu, jelasnya, anak sebagai ‘zinatul hayah’ (perhiasan hidup), sebagai ‘qurrata a’yun’ (penyejuk pandangan), dan sebagai ‘fitnah’ (ujian). Anak sebagai fitnah sebagaimana dijelaskan di atas.

Adapun anak sebagai ‘zinatul hayah, jelas Aziz, adalah anak yang mampu menyenangkan dan membanggakan orangtuanya secara duniawi.

“Orang itu kalau berprestasi anaknya pasti bangga atau dibangga-banggakan,” terangnya mencontohkan anak ‘zinatul hayah’.

Biasanya, lanjut Aziz, para orangtua saat ditanya berapa jumlah anaknya, akan menjawab berlebihan. Yang dijawab bukan hanya jumlah anaknya, tapi juga berbagai prestasi akademisnya dan lain-lain.

Jenius Tak Cukup

Sedangkan anak sebagai ‘qurrata a’yun’, jelas Aziz, adalah anak yang menimbulkan rasa senang dan kesejukan pandangan dan hati orangtuanya secara ukhrowi.

“Konteksnya di sini adalah anak yang menyejukkan hati orangtua karena ketaatannya kepada Allah, karena keshalehannya,” jelasnya.

Yang menarik, tambah Aziz, walaupun ‘zinatul hayah’ sebenarnya juga sesuatu yang baik, tapi bukan ini yang ditonjolkan al-Qur’an dalam konteks anak. Sehingga, walaupun seorang anak tidak kaya, tidak cerdas, tapi ketika ia menjadi anak yang ‘qurrata a’yun’, itulah yang terbaik bagi orangtuanya.

“Walaupun mungkin bagus juga kalau bisa digabung ‘zinatul hayah’ (dengan) ‘qurrata a’yun’,” imbuhnya.

Aziz berpesan agar para orangtua tidak terlalu menggebu-gebu menginginkan anaknya jadi jenius. Sebab yang lebih besar pengaruhnya terhadap kesuksesan seorang anak adalah kecerdasan emosional dan spiritual.

“Sebelum kita (para orangtua. Red) berpikir jadi pemimpin di luar rumah, mari kita dulu bertekad untuk menjadi pemimpin yang bisa menjadikan (anak) ‘qurrata a’yun’ di rumah kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kehidupan Abdul Aziz, keluarganya, dan pendidikan anak-anaknya sejak lama akrab dengan  pesantren. Abdul Muhaimin adalah tetangganya di Pesantren Hidayatullah Depok, yang baru-baru dikaruniai putra kedua atau anak kesembilannya, Muhammad Husain.*

(Foto: Ilustrasi anak-anak pesantren -by Syakur)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPD RI: Bahaya Candu Porno, Suami Bisa Lupa Istri
Tulisan selanjutnya Serah Terima dan Peresmian Jembatan Ciliwung oleh BMH Bogor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?