Hidayatullah.com–Jika kecintaan pada agama sudah tumbuh, maka kita akan selalu ingin meraih amalan-amalan hebat. Sama seperti shalat tarawih pada Ramadhan. Demikian ungkap aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Bendri Jaisyurrahman.
“Biasanya kan anak-anak nyarinya imam masjid yang bacaannya cepat supaya cepat selesai dan cepat pulang,” ungkap Bendri Jaisyurrahman pada ceramah shalat tarawih di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Senin (30/06/2014) kemarin.
Menurutnya, jika sudah cinta Islam maka anak-anak dan remaja mencari masjid yang memiliki imam dengan bacaan tartil. Mereka akan menikmati bacaan tartil imam walaupun memakan waktu lebih lama. Mendengarnya akan menyejukkan kalbu. Semua itu bisa tercapai dengan kecintaan terhadap agama.
“Kalau sudah cinta agama, seperti para Sahabat dan Tabi’in, kita akan selalu bertanya, “amal hebat apa lagi yang bisa saya lakukan?” pendiri Yayasan Langkah Kita Sahabat Ayah itu menambahkan.
Dimulai dari menyukai bacaan al Qur’an, amal shaleh seseorang bisa terus ditingkatkan. Seperti salah seorang Sahabat Rasulullah, Zaid bin Tsabit. Ketika mendengar lowongan prajurit jihad melawan kaum Quraisy dibuka, semangat perang Zaid berkobar. Ia bergegas menuju ke tempat dimana pedang ayahnya tersimpan dan ingin segera pergi ke bumi ribath. Padahal saat itu usianya belum mencapai 11 tahun.
“Tapi mengangkat pedang saja tidak bisa karena tinggi badannya tidak lebih tinggi daripada pedang ayahnya. Karena itu Rasulullah menyarankan Zaid menghapal al Quran,”kata Bendri.
Menyadari kondisi fisiknya yang belum memungkinkan, Zaid menuruti saran Rasulullah. Diluar dugaan, Ia mampu menghapal keseluruhan Juz Al Quran yang diturunkan saat itu, 17 Juz. Mengetahui kemampuan Zaid, Rasulullah memintanya mempelajari bahasa Ibrani. Hanya dalam waktu singkat bahasa ibu orang Israel itu dikuasainya.
Sepak terjang Zaid, imbuh Bendri, juga bisa dilakukan anak muslim Indonesia. Melejitkan potensi diri sejalan dengan Al Quran dan Sunnah, tidak saja akan bermanfaat bagi umat seluruh dunia tapi juga sebagai bekal amal saleh di akhirat.*