Hidayatullah.com–Eks penggurus dan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) mendeklarasikan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Senin (11/8/2014) sore di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
Pembentukan JAS ini karena telah terjadi friksi terkait soal khilafah Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) diantara pengurus JAT.
Qoid Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah mengatakan belum lama ini Ustadz Abu Bakar Baasyir selaku Amir JAT telah memutuskan bahwa seluruh anggota JAT yang tidak berbaiat dengan khilafah, maka harus keluar sebagai anggota JAT. Dengan demikian, mereka yang mendirikan JAS adalah eks pengurus dan anggota JAT yang tidak mau berbaiat dengan khilafah ISIS karena berbagai pertimbangan.
“Kata Ustadz Abu Bakar Baasyir bagi yang tidak bersedia berbaiat dengan khilafah, maka harus keluar dari JAT. Ustadz Abu tetap berharap agar anggota yang keluar dari JAT tetap berada dalam barisan dakwah,” kata Ustadz Fuad.
Ustadz Fuad melanjutkan, meski sekarang sudah tidak satu organisasi lagi dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir, namun pengurus dan anggota JAS akan tetap menghormati beliau sebagai pimpinan JAT.
Ustadz Fuad mengatakan bahwa lima dari enam amir wilayah JAT ikut bergabung dan membidani lahirnya JAS.*