Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tim Posdai Sampaikan Keutamaan Dakwah di STIE TAZKIA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2014 12:40 12:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2014 12:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dakwah adalah aktifitas yang mulia, utama, dan tak ada matinya. Sebab, sejatinya, inilah pekerjaan prioritas yang hendaknya dilakukan oleh umat Islam. Yakni aktifitas mentransformasikan nilai dan ajaran Islam kepada segenap umat manusia agar mereka menemukan kebenaran dan mendapatkan pencerahan.

Demikianlah benang merah dari penyampaian materi yang disampaikan oleh tim Posdai saat mengisi acara Training for Trainers: Change Maker Da’i “Peace for Sentul City” yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia (STIE TAZKIA), Sentul, Bogor, Rabu (24/12/2014).

Acara ini digelar oleh STEI Tazkia bekerjasama dengan Posdai Hidayatullah dan Abqory Super Youth Tazkia @asy_EO guna untuk membekali mahasiswa dan juga masyarakat umum tentang keutamaan menjadi dai dan kemuliaan dakwah.

Pada kesempatan kegiatan yang dihadiri puluhan peserta berlangsung di Gedung Al Hambra tersebut, Posdai Hidayatullah mendapatkan kesempatan mengisi acara sepenuhnya dengan menghadirkan 3 orang narasumber. Mereka adalah Ustadz Asep Supriatna yang membawakan materi Prinsip Dasar Dakwah, Ustadz Agung Trana Jayal Lc, yang memaparkan materi Fiqih Ikhtilaf, dan Ustadz Samani Raharjo yang mengulas masalah missionari, kristenisasi, dan kiat-kiat mengadapi dan pencegahannya.

Ustadz Asep dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa dalam setiap dakwah yang dilakukannya, Rasulullah mempunyai konsep baku mengenai prinsip dan metodenya. Sehingga, terangnya, dakwah tidak boleh dilakukan serampangan apalagi langsung frontal. Setiap dai harus memahami prinsip dasar ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mengutip Surah Al Qur’an pada ayat 159 surah Ali Imron, Ustadz Asep mengingatkan setidaknya seorang dai harus memiliki 3 prinsip dasar dalam melakukan dakwah sebagaimana diperintahan Allah Ta’ala dalam firman-Nya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”

Mengacu dari ayat metode dasar dakwah di atas, maka, terang Asep, hendaknya para dai harus memahami tiga hal yang menjadi prinsip dan metode yang ditempuh Nabi dalam berdakwah, yaitu kelemahlembutan, pemaaf, dan bermusyawarah.

“Prinsip dasar ini hendaknya menjadi acuan utama kita dalam membina umat dan melakukan dakwah kepada level tertentu di masyarakat kita. Kedepankan kasih sayang, kesantunan, dan kelapangan hati,” pesannya.

Pada sesi lainnya, Ustadz Agung Trana Jaya yang menyampaikan tema Fiqih Ikhtilath, melontarkan pentingnya memahami fiqih dakwah dan ikhtilath ini.

Kata beliau, fiqih iklhlitah adalag sebuah metode untuk memahami berbagai perbedaan fiqh yang terdapat di masyarakat. Dengab memahami fiqih ikhtilkaf, seorang dai dapat melakukan pendektan dakwah di tengah masyarakat sehingga dakwahnya bisa diterima.

Diterangkan Ustadz Agung, tidak saja dai yang butuh memahami fiqih ikhtilaf ini namun sebaiknya ummat Islam hendaknya memahami perbedaan pendapat yang muncul agar perbedaan yang bersifat khilafiah tak melulu melahirkan perselisihan.

Karenanya, ia juga mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang dai harus memahami betul fiqih ikhtilaf agar benar-benar dapat menjalankan fungsi dengan semestinya. Sebab, sasaran kerja para dai dan aktivis Islam adalah persatuan, kekompakan, kerapihan, dan kekokohan barisan umat Islam.

“Untuk itu, mari kita berbesar hati selalu dalam melihat perbedaan yang ada dalam umat ini selama itu tidak keluar dari koridor Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah,” tukasnya.

Sementara itu Samani yang mengisi tema tentang gerakan missionaris dan kristenisasi di penghujung sesi, memaparkan fakta-fakta gerakan missionaris yang menyasar umat Islam, khususnya kalangan awam, miskin, dan terpencil.

Samani mengungkapkan, sejatinya telah ada sejak lama peraturan yang melarang penyiaran agama kepada warga negara Indonesia yang telah beragama sebagaimana tertuang dalam SK Menteri Agama nomor 70 tahun 1978. Namun rupanya peraturan ini tak indahkan oleh penganut agama tertentu.

Salah satu contohnya, Samani menyodorkan fakta terbaru bagaimana gencarnya aksi missionaris yang menyasar umat Islam ini. Yakni aksi lapangan yang dilakukan oleh penganut agama tertentu dalam sebuah Car Free Day di jantung pusat kota Jakarta. Seorang ibu yang jelas-jelas berjilbab “dipaksa” untuk membenarkan keimanan mereka. Aksi ini terekam sangat jelas oleh kamera wartawan.

“Kita tidak bisa lagi diam, kita harus bangun dan sadar bahwa aksi missionaris yang menyasar saudara-saudara muslim kita terus berlangsung. Tentu kita tidak rela mereka dimurtadkan hanya karena kurangnya perhatian kita,” imbuhnya.

Karenanya, Samani meminta dukungan peserta yang hadir untuk aktif berdakwah di mana saja dalam membimbing serta membina masyarakat Muslim yang masih awam dengan agama mereka. Jika itu tidak mampu juga dilakukan, maka berikanlah dukungan kepada para dai yang tengah berjibaku dengan para missionaris yang umumnya berfasilitas lengkap lagi elit.

“Sesibuk apapun, mari terus berdakwah tanpa harus ke medan dakwah. Mari kita membersamai kerja mulia para dai di medan dakwah dengan doa kita, cinta kita, dan tentu, donasi kita,” tukas Samani seraya memungkasi pemaparannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Butuh “Motor-Dakwah” Tangguh Bagi Dai Pedalaman
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Mesir Bisa Lanjutkan Kuliah Jika Berjanji Tidak Ikut Kerusuhan Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?