Hidayatullah.com– Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin alias Sultan Palembang mengajak para sultan se-Nusantara untuk menegakkan syariat Islam. Mereka pun diajak memerangi berbagai aliran sesat di negeri ini.
Menurut Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (Ketum YARASUTRA) ini, hal itu sebagai bentuk kecintaan para sultan dan raja terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Ngapain pakai jubah kesultanan tapi tak mencintai Rasulullah?!” ujarnya saat ditemui hidayatullah.com di sebuah rumah sakit (RS) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, baru-baru ini.
Sultan Palembang pun mengatakan, aliran seperti Ahmadiyah maupun Syiah harusnya dilarang oleh pemerintah. “Syiah harus dilarang di Indonesia,” ujarnya tegas, Kamis (12/03/2015).
Ia lantas mengapresiasi kebijakan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo melarang Syiah dan Ahmadiyah mendakwahkan ajarannya. Seperti diketahui, Soekarwo telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim Nomor 55/2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat.
“Saya salut (Pemprov) Jawa Timur sudah melarang (aliran tersebut),” ujar sultan yang saat itu tak mengenakan seragam kesultanannya.
Selain itu, Sultan Palembang kembali mendesak agar minuman keras (miras) segera dilarang total di Indonesia.
Mengenai sikap-sikap tegasnya itu, Sultan Palembang mengaku tidak peduli dengan siapa saja. Termasuk jika ada pihak yang mengawasinya.
“Masa bodoh lah. Saya minta Syiah itu dilarang,” ujarnya yang tengah menemani putranya yang sedang dirawat di RS tersebut.
Saat ditanya, apakah seruannya itu didukung para raja dan sultan se-Nusantara, ia mengakuinya. “Kecuali yang kafir,” ujarnya menyebut beberapa kerajaan non-Muslim di Indonesia.*