Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pesantren RUHAMA Bogor Wisuda Hafidzul Qur’an Daurah 60 Hari Hafalan

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2015 13:43 1:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 April 2015 13:43
Bagikan
Pesantren Rumah Qur’an Relawan Umat Harapan Masyarakat (RUHAMA)
Bagikan

Hidayatullah.com- Pimpinan Pesantren Rumah Qur’an Relawan Umat Harapan Masyarakat (RUHAMA), Ahmad Nur Sholeh mengatakan rumah Qur’an RUHAMA mewisuda peserta hafidzul Qur’an dalam acara Tabligh Akbar, “Wisuda Tahfidzul Qur’an Daurah 60 Hari Hafal Al-Qur’an Dan Faham Artinya 30 Juz” di Masjid Raya Bogor Jalan Pajajaran, Bogor.

“Kegiatan ini diadakan oleh teman-teman RUHAMA yang terdiri dari para mahasiswa dari berbagi macam perguruan tinggi yang berbeda,” kata Sholeh saat ditemui awak hidayatullah.com sebelum memberikan sambutan dalam acara wisuda tersebut, di ruang panitia penyelenggara.

Sholeh menyampaikan wisudawan kali ini merupakan angkatan kedua, dari 60 peserta yang telah dieseleksi gugur sebanyak 15 orang, berarti hanya 45 orang yang bisa mengikuti dan menyelesaikan daurah al-Quran.

“Nah dari 45 orang itu Alhamdulillah yang berhasil menyelesaikan 30 juz itu sebanyak 33 orang jadi sekitar 63 persen yang berhasil seperti itu,” kata Sholeh.

Dalam perjalanan daurah, kata Sholeh, ternyata peserta membuat top skor, yaitu menghatamkan bacaan al Qur’an dalam waktu tercepat di mana panitia penyelenggara memberikan waktu hanya selama 5 hari, dan jika dalam waktu 5 hari belum selesai berarti peserta dinyatakan gugur untuk mengikuti daurah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Alhamdulillah, ternyata ada yang selesai membaca 30 juz dalam waktu sehari saja, ada yang 2 hari, 3 hari bahkan hanya 12 jam mengkhatamkan bacaan 30 juz,” ungkap Sholeh.

Setelah mengkhatamkan, lanjut Sholeh, peserta diberi waktu 5 hari untuk menerjemahkan surat al-Baqarah dengan perkata atau per-lafadz. Setiap peserta harus menyetor artinya tanpa menggunakan atau membaca al-Qur’an terjemah.

“Dari referensi yang kami dapat, jika seseorang mampu menerjemahkan kosakata juz 1 saja, maka ia mampu menguasai 60% kosakata dalam al-Qur’an, dan jika bisa menerjemahkan perkata surat al-Baqarah, maka ia mampu menguasai 80% kosakata dalam al-Quran. Jadi tinggal 20%, nah yang 15% itu ada dalam juz 30, 29 dan 27 sedang 5% tersebar dalam juz lainnya,” papar Sholeh.

Dari situ, kata Sholeh, para peserta diberikan tugas untuk menerjemahkan surat al-Baqarah dan jika mereka tidak selesai dalam waktu 5 hari maka akan dinyatakan gugur.

“Setelah itu, baru kemudian para peserta menghafal al-Quran, dengan menggunakan metode yang berslogan ‘Mau menghafal al-Qur’an 30 juz lupakan metodenya!’,” ujar Sholeh.

Apa itu lupakan? Sholeh menjelaskan yaitu lupakan kesibukan masing-masing, lupakan seluruh alat elektronik (tidak dikembalikan kecuali setelah selesai 30 juz dan 60 hari waktu daurah,) dan lupakan kemampuan diri masing-masing sebab peserta harus yakin jika al-Qur’an adalah mukjizat dan Allah Subhanallah Wa Ta’ala itu Maha Kuasa sehingga peserta pasti bisa mudah untuk menghafalkan.

“Jika persiapan itu sudah dipenuhi, para peserta barulah menghafal menggunakan metode lupakan,” imbuh Sholeh.

Lupakan sendiri menurut Sholeh memiliki kepanjangan yang mana L itu lihat, jadi sebelum mengahafal peserta harus melihat halaman dan memahami artinya. Setelah itu, U yaitu ucapkan lafadz al-Qur’an dengan suara yang didengar oleh telinga, ulangi beberapa kali, ulangi dengan “merem-melek” yaitu memejam dan membuka mata, ulangi dengan memejamkan mata saja hingga benar-benar hafal dan yang terakhir ulangi dengan fokus melihat pada satu benda hingga hafal 1halaman. Sementara untuk PA yaitu pahamilah terjemahannya, KA yaitu kaitkan ayat satu dengan ayat lainnya, kemudian N yaitu “nyetor” kepada muhafidznya dan yang terakhir nikmatilah dalam sholat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari [2]
Tulisan selanjutnya Pers Islam Lahir Sebelum Indonesia Merdeka [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?