Hidayatullah.com– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, keberadaan organisasi Al Washliyah sangat membatu pemerintah.
Al Washliyah yang memiliki seribu lebih lembaga pendidikan, dinilai Menag turut berperan dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Dari buku sejarah yang saya pelajari Al Washliyah memiliki lembaga pendidikan seribu lebih dan 9 perguruan tinggi,” kata Menteri Agama Lukman Hakim pada acara pembukaan Muktamar XXI Al Jam’iyatul Washliyah Rabu (22/04/2015) malam di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dengan ribuan lembaga pendidikan yang dimilikinya, kata Menag, Al Washliyah turut membangun kualitas keberagamaan di Indonesia.
Selain dalam hal pendidikan agama, Al Washliyah juga diharapkan bisa turut serta dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Dengan begitu kualitas kerukunan umat bergama lebih baik dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua MPR RI ini juga memberikan apresiasi yang tinggi dengan seluruh pengurus Al Washliyah yang telah menghidupkan organisasi hingga usia 84 tahun.
“Pemerintah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kader Al Washliyah yang telah mengatur organisasi yang besar ini hampir 85 tahun,” tuturnya.
Lukman mengutarakan dirinya banyak mengetahui sepak terjang Washliyah dari buku sejarah. Dari sana ia memperoleh data Al Washliyah memiliki lembaga pendidikan seribu lebih dan 9 perguruan tinggi.
“Saya sangat memahami dari buku sejarah yang saya pelajari Al Washliyah memiliki lembaga pendidikan seribu lebih dan ada sembilan perguruan tinggi,” imbuh politikus PPP.
Sementara Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. Yusnar Yusuf, MS berpesan kepada peserta muktamar (muktamirin) untuk memilih pemimpin yang memajukan warga Al Washliyah (Washliyin). Baik bidang pendidikan dan strata ekonomi. Washliyin di masa mendatang harus meningkat dalam segala segi kehidupannya.
Dalam bidang ekonomi dikatakannya, warga bulan sabit bintang lima mesti turut andil di sektor ekonomi rakyat kecil. Organisasi yang telah berusia 85 tahun ini diharapkan mampu merebut sektor ekonomi di pedesaan, perkebunan, pertanian dan nelayan.
Sementara untuk meningkatkan status pendidikannya, Yusnar Yusuf menargetkan dalam lima tahun ke depan setiap keluarga Al Washliyah minimal ada satu sarjana.
“Minimal satu orang dari setiap keluarga Al Washliyah mencapai gelar sarjana” katanya.
Muktamar ke 21 Al Washliyah dihadiri hampir seribu peserta dari seluruh provinsi.
Selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, beberapa ketua ormas Islam tingkat nasional, rektor dan ketua perguruan tinggi Al Washliyah ikut datang juga dimeriahkan dengan penampilan paduan suara Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan.*