Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Al-Qur’an Dibaca Untuk Menambah Iman, Bukan Sibuk Berlanggam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Mei 2015 07:00 7:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Mei 2015 09:00
Bagikan
Guru Besar IPB dan mantan Ketua Umum BAZNAS. Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
Bagikan

Hidayatullah.com–Kontroversi pembacaan al-Qur’an dengan langgam Jawa pada perayaan Isra’ Mikraj di Istana Negara (15 Mei 2015) lalu tak henti menuai komentar para tokoh Islam.

Ketua Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. KH. Dr. Didin Hafidhuddin menyatakan bahwa hal itu menyalahi fungsi utama membaca al-Qur’an.

“Orang membaca al-Qur’an itu agar bisa meresapi maknanya dan mendapatkan hidayah dari Allah,” ungkap Didin, belum lama ini.

Menurut Didin yang juga Pembina Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albab Bogor, inti tilawah al-Qur’an adalah dengan menghadirkan hati dan fikiran pada ayat-ayat yang dibaca. Sebab hanya dengan cara itu iman seseorang bisa bertambah dan mendapat hidayah.

“Jangan malah sibuk mengurus langgam. Akhirnya orang yang mendengarnya malah tersenyum-senyum saja, bukan lagi merenungi ayat tersebut,” terang Didin.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam kesempatan taushiyah di hadapan para dosen dan puluhan mahasiswa UIKA, ustadz yang akrab disapa Kiai tersebut mengaku bukan seorang pakar atau ahli Qira’at (bacaan) al-Qur’an. Meski demikian ia tetap saja menyayangkan peristiwa itu terjadi.

“Saya bukan ahli Qira’at al-Qur’an dan mungkin saja tidak ada hukum bacaan yang dilanggar secara teori. Tapi bacaan al-Qur’an dengan langgam tersebut menyalahi adab dan etika dalam membaca al-Qur’an,” seru Didin yang juga Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Didin berpesan, hendaknya umat Islam menyadari upaya pembodohan agama ini. Sebab sepatutnya al-Qur’an dibaca dengan penuh keimanan dan penghayatan. Ia adalah kalamullah (ucapan Allah) yang harus dibaca dengan adab. Di antaranya dengan membaca al-Qur’an secara perlahan (tartil), tidak terburu-buru dan sambil merenungkan tadabbur ayat-ayat al-Qur’an itu.

“Itulah ciri orang beriman, ketika ia membaca al-Qur’an, maka hatinya bergetar dan keimanannya kian bertambah,” ucap Didin sambil mengutip Surah al-Anfal [8] ayat 2.

Terakhir, Didin juga mengkritisi maraknya gerakan sekularisasi dan liberalisasi agama di negeri Indonesia. Kini atas nama kearifan lokal, masih menurut Didin, seluruh urusan agama dipaksa hendak dilokalkan semua.

Mulai dari penamaan istilah Islam Nusantara hingga ke bacaan al-Qur’an dengan langgam (cengkok) Jawa.

“Umat Islam harus berhati-hati, ini semua adalah buah dari pemikiran sekular dan liberal tersebut.” Pungkas Didin tegas.*/Masykur Abu Jaulah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Iman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Bagi Wanita Dalam Islam untuk Menguatkan, Bukan untuk Bersaing
Tulisan selanjutnya Masyarakat Ekonomis ASEAN dan Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?