Hidayatullah.com– Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan sebagaimana kelaziman tahun-tahun sebelumnya pemerintah akan mengadakan sidang istbat dengan mengundang sejumlah ulama, para tokoh ormas Islam dan para pakar akademisi astronomi untuk menetapkan kapan jatuhnya 1 Syawal 1436 Hijriyah.
“Pada 29 Ramadhan nanti atau 16 Juli 2015, setelah maghrib kita akan menggelar sidang istbat yang diawali dengan laporan dari pelaku rukyat,” kata Lukman sebelum acara diskusi kemisan di Rumah Dinas Menteri Agama RI Komplek Perumahan Widya Chandra III No.09 Jalan Gatot Subroto Jakarta, Selasa (07/07/2015) malam.
Lukman menjelaskan jika para pelaku rukyat akan disebar di setiap provinsi di Indonesia yang memiliki titik-titik tertentu yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk melihat hilal.
“Nah, kemudian pada sidang istbat kita akan mendengarkan laporan dari mereka (pelaku rukyat,red), apakah di antara mereka ada yang bisa melihat hilal atau tidak,” kata Lukman.
Sebab, menurut Lukman kalau ada di antara pelaku rukyat itu yang melihat hilal, maka artinya bahwa malam itu sudah masuk satu syawal sehingga besoknya bisa dilakukan sholat idul fitri. Tetapi, kalau tidak ada satupun yang melihat hilal, maka hal itu akan dikembalikan kepada para peserta sidang istbat untuk menyampaikan pandangannya.
Namun, Lukman menyatakan bahwa posisi hilal sekarang ini sesungguhnya sudah di atas ketentuan imkanurukyat. Sementara imkanurukyat, lanjutnya, adalah posisi di mana hilal sesunggunya dimungkinkan untuk dilihat.
“Tetapi yang dimungkinkan bisa dilihat itu memang belum dipastikan bisa dilihat karena bisa jadi mungkin akan tertutup oleh awan atau ada mendung dan lain sebagainya,” kata Lukman.
Lukman menegaskan bahwa pada intinya pemerintah masih harus menunggu bagaimana keputusan yang dihasilkan oleh sidang istbat dalam menetapkan 1 Syawal 1436 Hijriyah tahun ini.*