Hidayatullah.com- Ratusan umat Islam mengikuti acara tabligh akbar sekaligus Ziarah dan Doa Memperingati Hari Pengkhianatan PKI terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lubang Buaya, kompleks Monumen Pancasila Sakti, Cipayung, Jakarta, Kamis (01/10/2015) sore.
Tampil sebagai pembicara pertama adalah ulama Betawi, KH Cholil Ridwan. Dalam penyampaiannya, kiai mengusulkan tiga hal.
Pertama, agar film pemberontakan Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) kembali diputar setiap tanggal 30 September.
“Film selalu diputar di seluruh televisi. Kalau ada TV yang tidak mau memutar, jangan-jangan dia simpatisan PKI,” ujarnya di depan massa gabungan itu.
Kedua, diusulkan agar buku-buku sejarah sekolah dasar kembali menceritakan tentang pemberontakan PKI. Sebab katanya saat ini sejarah pemberontakan PKI telah dihapus dari buku-buku SD.
“(Perlunya penulisan itu) agar anak cucu kita tahu sejarah pemberontakan PKI. Kalau ada Menteri Pendidikan tidak setuju, berarti dia antek PKI,” ujarnya.
Usulan kiai yang ketiga, agar Patung Tani di Menteng, Jakarta Pusat, dibongkar. Alasannya, patung tersebut merupakan simbol petani yang dipersenjatai oleh PKI.
“Kita tidak setuju adanya angkatan kelima yang dipersenjatai oleh PKI. Patung itu harus dibongkar. Patung itu harus dimusnahkan dari muka bumi Indonesia, dari Jakarta,” serunya.
Pantauan hidayatullah.com di lokasi, suasana aksi berjalan penuh semangat. Setidaknya ada lima pembicara lainnya. Di antaranya adalahPengacara Mayjen (Purn) TNI Muchdi Purwopranjono (Muchdi PR).
Aksi ini digawangi oleh ormas Umat Islam Bersatu. Tampak para hadirin berseragam putih-putih. Tampak pula anggota Angkatan Muda Ka’bah (AMK) berseragam lengkap.*