Hidayatullah.com- Partai Komunis Indonesia (PKI) sedang menyiapkan angkatan kelima dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai. Dan itu dibuktikan dengan adanya patung petani di beberapa lokasi di ibukota Jakarta.
Demikian pernyataan disampaikan Ulama dan sekaligus Tokoh Masyarakat Betawi KH. Cholil Ridwan saat menjadi pembicara dalam acara tabligh akbar sekaligus Ziarah dan Doa Memperingati Hari Pengkhianatan PKI terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lubang Buaya, kompleks Monumen Pancasila Sakti, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (01/10/2015) sore.
“Patung yang memakai topi pak tani itu ada di perempatan Menteng Raya, di dekat Hotel Arya Duta dan juga dekat markas gerakan Pemuda Islam Indonesia (PII). Patung itu adalah lambang angkatan kelima PKI dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai,” jelas Cholil.
“Kalau kita tidak setuju dengan patung tersebut maka patung itu harus dibongkar, patung itu harus dirobohkan, patung itu harus dimusnahkan dari muka bumi Indonesia,” seru Cholil disambut pekikan ratusan umat Islam yang hadir dalam tabligh akbar itu.
Cholil pun menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak akan pernah setuju dengan adanya angkatan kelima yang dibiayai dan bahkan dipersenjatai oleh partai komunis itu.
Selain itu, Cholil juga menyayangkan adanya penghapusan materi sejarah pemberontakan G-30S/PKI dari kurikulum pendidikan. Karena itu, dengan mengatasnamakan umat Islam Cholil mengajak bangsa Indonesia untuk membuat surat pernyataan, agar generasi di masa mendatang paham dan mengerti jika PKI pernah memberontak.
“Jadi, perlu dimasukan kembali materi sejarah terkait pemberontakan G-30S/PKI di dalam buku mata pelajaran sejarah. Setuju?” demikian serunya diikuti tanya kepada ratusan umat Islam yang hadiri dalam acara itu.
“Setujuuu…!” jawab para hadirin serempak sebelum akhirnya Cholil menutup pemaparannya.*