Hidayatullah.com- Tantangan dakwah Islam di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, cukup besar. Demikian diakui Kepala Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Revinery Unit IV Cilacap, Moh. Chudori.
Di antara tantangan itu, jelasnya, adanya usaha-usaha pendangkalan aqidah umat Islam oleh kelompok tertentu.
“(Usaha) yang cukup besar untuk mempengaruhi (aqidah Muslimin) begitu massif,” ujarnya saat menerima tim Kelompok Media Hidayatullah di kantornya, Jl MT Haryono, Kompleks Masjid Baiturrahmah, Donan, Cilacap, Jumat (30/10/2015) pagi.
Namun begitu, ia mengatakan, gerakan dakwah BDI Pertamina ke Kampung Laut terus berjalan, bahkan jadi sasaran khusus.
“Karena mereka (umat Islam di sana) itu rawan pemurtadan,” ujarnya.
Kata dia, dakwah lembaganya juga sudah menjangkau Pulau Nusakambangan. “Sejak 1980-an,” ungkapnya.
Dijelaskan, di antara tujuan kehadiran BDI Pertamina di Kampung Laut adalah melakukan binaan keislaman masyarakat.
“Kedua, menangkal pendangkalan aqidah yang marak terjadi di sana. Sekarang sudah banyak (mereka) yang balik ke Islam dari Kristen dan Buddha,” ungkapnya.
Sinergi dengan BAZMA
Adapun program-program BDI Pertamina di Kampung Laut, di antaranya, membina hubungan dan menciptakan jaringan para ustadz dan kiai.
Kemudian, lanjut Chudori, pihaknya membantu mendirikan berbagai fasilitas, seperti masjid dan sekolah.
“Sejak 2010 sudah bangun 3 madrasah,” ujarnya didampingi Ketua Harian Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Cilacap, Herman.
Kegiatan lainnya seperti pemberian bantuan untuk para ustadz dan mengadakan pengajian.
Dikatakan, gerakan dakwah BDI Pertamina Cilacap selama ini kerap bersinergi dengan BAZMA.
Dulunya setiap kegiatan keagamaan Islam di lingkup Pertamina, termasuk BAZMA, di bawah koordinasi BDI. Namun, atas aturan negara, sejak tahun 2004 BDI Pertamina dan BAZMA berdiri masing-masing.
Usai pertemuan di Donan, rombongan tim BDI Pertamina-BAZMA dan KMH-Yayasan Wakaf Al-Quran Suara Hidayatullah menengok kondisi umat Islam di Kampung Laut.
Pantauan hidayatullah.com, tampak sejumlah gedung berlogo BAZMA sudah dimanfaatkan masyarakat Kampung Laut.
Di antaranya di Desa Ujung Alang dan Desa Klaces. Di Ujung Alang, yang cukup banyak warga non-Muslim, tampak sebuah gereja yang agak besar. Di Klaces tak ada gereja. Tapi, kata tokoh setempat, ada seseorang yang jadi non-Muslim akibat pemurtadan.*