Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua MUI Jatim: Cermati Secara Jernih Kenapa Muncul Radikalisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2015 07:41 7:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2015 07:41
Bagikan
Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Buchori
Bagikan

Hidayatullah.com – Semua pihak setuju untuk menolak radikalisme, tetapi kebanyakan hanya mengutuk saja tanpa pernah mencermati secara jernih kenapa muncul radikalisme bahkan terorisme.
Demikian disampaikan Ketua Majelsi Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur periode 2010-2015, KH. Abdushomad Bukhori, saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu, (19/12/2015).

” Radikalisme sebetulnya hanya akibat saja, memang persoalan pemahaman agama ikut menentukan, tapi banyak faktor lain yang dapat memicu radikalisme,” paparnya.

Kiai Somad mencontohkan fenomena Natal yang setiap tahun menjadi kontroversi dikarenakan ada kesengajaan para pemilik toko maupun perusahaan yang memaksa karyawan Muslim untuk mengenakan atribut sinterklas.

“Ini adalah tindakan yang mencederai hak dan kebebasan beragama, karena seorang muslim adalah haram menggunakan atribut dari agama lain, sikap aparatur negara yang kurang tanggap dalam mengambil sikap melihat fenomena seperti ini, lalu masyarakat yang tidak sabar kemudian bertindak sendiri-sendiri, nah jadilah kekerasan dan radikalisme,” jelasnya.[Baca: Pemaksaan Atribut Natal Bagi Karyawan Muslim Dinilai Bentuk Intoleransi]

“Jadi kalau ingin aman, jangan ada pihak yg memicu,” tambah Kiai Somad.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karenanya, Ia menegaskan pluralisme agama itu tidak boleh. Dalam artian orang harus konsekuen menjalankan aktivitas agamanya sendiri dan kerukunan, lanjutnya, tidak perlu didramatisir.

“Kerukunan itu ada aturannya, dan MUI telah memberikan petunjuk-petunjuk melalui fatwanya,” ungkap Kiai Somad.

Ia juga menambahkan, bahwa yang menjadi sumber utama radikalisme adalah ketidakadilan global.

“Namun opini yang berkembang sudah kadung. Artinya, kalau yang bertindak itu umat Islam semua langsung menyorot sebagai perilaku radikal bahkan teroris. Tapi tidak ada yang menyebut tindakan Israel yang membuat orang Palestina menderita sebagai tindakan terorisme,” ungkapnya.

“Tindakan Amerika misalnya, yang memberangus Iraq dengan alasan yg dibuat-buat. Juga tidak ada yg mengutuk sebagai tindakan terorisme, ini ketidakadilan sebenarnya. Saya mengikuti kasus Tolikara dan Singkil juga pemberitaannya lebih memojokan Islam,” pungkas Kiai Somad.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intoleransiKH. Abdussomad BuchoriMajelis Ulama IndonesiaMUIpluralisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesawat Tempur Rusia Hancurkan Taman Kanak-Kanak di Idlib
Tulisan selanjutnya Rais Aam PBNU: Salah Satu Karakter NU Dinamis, bukan tekstualis dan Tidak Liberalis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Berita
12 Juni 2026 21:40
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?