Hidayatullah.com– Sebagian warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyambut Hari Raya Idul Adha 1440H yang jatuh pada Ahad (11/08/2019) dengan suasana “kelabu”. Pasalnya, selain listrik padam, warga pun kekurangan air bersih.
Hal itu menimpa warga utara Kota Makassar khususnya di Kecamatan Ujung Tanah dan Tallo, dimana warga menyebut malam Idul Adha kali adalah lebaran kelabu.
Warga mengeluhkan terjadinya pemadaman listrik pada malam takbiran. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan tidak adanya pasokan kebutuhan air bersih.
Salah seorang warga, Usman, mengaku tidak bisa berbuat banyak setelah pemadaman listrik itu.
Bahkan saat Usman bersama tetangga lainnya akan pergi ke masjid dekat rumahnya untuk menunaikan ibadah shalat maghrib dan isya, merekas harus gigit jari karena air bersih untuk berwudhu pun tidak tersedia.
“Terpaksa shalat di rumah saja karena saya keluar rumah tidak berwudhu dan ternyata di masjid tidak ada air. Suara adzan memanggil karena ada genset tapi air bersih tidak ada,” ujarnya.
Baca: Meski Kabut Asap, Warga Kota Pekanbaru Tetap Takbiran Keliling
Keluhan senada disampaikan warga lainnya bernama Nayla. Ia mengungkapkan, warga utara Kota Daeng ini memasuki musim kemarau pasti akan mengalami kehidupan yang susah karena sumber pasokan air bersih tidak ada.
“Harusnya malam takbiran kita bersuka cita, tapi ini malam cukup kelabu, segala-galanya susah,” ujar Nayla di Makassar, Sabtu (10/08/2019) kutip INI-Net.
Setelah air bersih yang sejak dua bulan ini tidak mengalir, ungkapnya, mereka kembali dibuat susah dengan tidak adanya gas elpiji ukuran tiga kilogram yang beredar di masyarakat.
“Air susah, gas elpiji juga susah dan sejak sore sampai malam ini kita dihadiahi lagi pemadaman listrik, semakin susah kami,” keluhnya.*