Hidayatullah.com- Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI), Amin Djamaluddin menyebutkan ada beberapa cara yang dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yaitu sirrun (sembunyi-sembunyi atau rahasia,red), jahrun (terang-terangan,red), hijrah, qital (perang,red), futuh (menang,red) dan khilafah.
“Sirrun, jahrun dan hijrah ke Kalimantan sudah dikerjakan oleh mereka. Setelah mereka berkumpul bahkan memiliki kekuatan, mereka itu akan melakukan peperangan,” kata Amin kepada awak hidayatullah.com, di Jakarta, Rabu (27/01/2016) kemarin.
Amin menegaskan, karena merasa anggota sudah banyak dan kuat, maka mereka yakin sekali akan memperoleh kemenangan dalam peperangan itu. Baru kemudian, mereka mendirikan khilafah sesuai versi mereka sendiri.
“Artinya mereka itu hendak mendirikan negara dalam negara. Ini berbahaya!” tegas Amin mengimbau.
Selain itu, Amin menambahkan, cara mereka untuk menarik simpati para calon pengikut, itu tergantung kepada siapa yang akan menjadi targetnya.
Misalnya dokter Rica yang bisa disebut sebagai seorang akademisi, awalnya akan lebih banyak diajak berbicara mengenai keilmuan sesuai bidangnya. Setelah terjadi kedekatan, baru diajak berbicara tentang hijrah sebagaimana ke Kalimantan untuk persiapan qital.
“Dokter Rica juga bisa jadi tertarik usai mendapatkan penjelasan terjemahan dari ayat-ayat al-Qur’an versi mereka, bahkan diakuinya hijrah ke Kalimantan karena ingin berjuang untuk Islam,” jelas Amin.
“Jadi, cara mereka bermacam-macam sesuai dengan bidang keahliannya,” tutup Amin.*