Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Aktivis Islam Bentuk Crisis Center Korban Densus 88

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2016 07:25 7:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2016 07:25
Bagikan
densus 88 kuno
Ilustrasi Densus 88 menangkap tersangka
Bagikan

Hidayatullah.com—Banyaknya korban salah tangkap dan dugaan korban meninggal secara tak wajar saat ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror mendorong sejumlah aktivis Islam membentuk Posko Nasional Korban Densus 88 (Densus 88 Victim Crisis Center)

Menurut pengurus Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, Jaka Setiawan, posko nasional ini akan dibentuk dengan melibatkan semua jaringan aktivis Islam secara nasional.

“Semua jaringan kita di Indonesia akan kita libatkan sebagai watchdog (pengawasnya, red). Tidak hanya Densus 88 tetapi semua stakeholder pemberantasan anti teror, baik dari jaksanya, hakim, serta seluruh instrumen hukumnya,” kata Jaka, pada Sabtu (19/03/2016) kepada wartawan.

Posko Nasional ini nantinya akan menjadi semacam lembaga yang memantau semua proses instrumen hukum yang berjalan. Mulai dari hakim di wilayah yang nanti menerima bukti permulaan intelijen dari Densus 88 hingga kemudian hakim wilayah tersebut mengeluarkan izin validitas alat bukti terorisme.

Jaka menegaskan, posko yang juga crisis center ini juga akan berkonsolidasi dengan lembaga lain untuk membangun komunikasi, koordinasi, supaya bisa bersinergi dan bisa memperluas kampanye yang memantau pelanggaran HAM yang kerap terjadi dalam penanganan kasus terorisme.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Beberapa wilayah hotspot terorisme pun akan menjadi prioritas pemantauan posko nasional korban Densus 88. Seperti; Aceh, Medan, Jabotabek, Solo, Surabaya, Makasar, Bima, hingga Poso.

“Kita akan memperkuat jaringan kita di wilayah tersebut. Kalau sudah ada tim/lembaga di wilayah tersebut akan kita bangun koordinasi, kalau belum ada akan kita kirim orang-orang yang kredibel. Kita punya banyak volunteer yang bakal kita rekrut,” ujar lulusan S2 Intelijen Strategis Universitas Indonesia ini.

Jadi, tambah Jaka, hal ini sudah sangat serius dan mendesak untuk menggelar pertemuan nasional di Jakarta demi membahas hal ini.

“Rencananya akan kita matangkan bulan ini. Sehingga bulan depan bisa kita selenggarakan acaranya.

“Kita akan mengundang tokoh-tokoh agama juga untuk membantu kita mensukseskan program ini,” tukasnya.

Jaka menambahkan, pihaknya juga akan mendorong Komnas HAM agar turut aktif berperan dalam Posko Nasional ini.

Menurut Jaka, pendirian posko dan crisis center ini didasarkan pada alasan sudah ratusan korban tewas secara tidak wajar, salah tangkap, dan berbagai abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

Menurutnya, Densus 88 bukan lagi menegakan hukum tapi dinilai sudah kalap. Padahal berdasarkan amanah UU Kepolisian atau Densus 88 Anti Teror adalah institusi penegakan hukum yang harus melindungi masyarakat yang ada di dalamnya untuk menciptakan ketertiban & keamanan.

“Polisi dipersenjatai oleh negara dalam rangka menegakkan hukum, dalam pemberantasan teror oleh Densus 88 kita tidak melihat ini,” ujarnya pada hidayatullah.com.

Menurut dia, doktrin atau paradigma bahwa Polri bagian dari penegak hukum inilah yang harus menjadi dasar bagi satuan penanggulangan teror milik kepolisian (Densus 88 Anti Teror, red) yang dilatih bukan untuk membunuh tetapi melumpuhkan.

“Contoh penegak hukum pasukan khusus anti teror milik Prancis, Groupe d’Internvention de la Gendarmerie Nationale (GIGN) dilatih untuk menembak sasaran di bahu untuk melumpuhkan teroris, bukan untuk membunuh. Apapun alasannya,” tutupnya.*/Jar, cha

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aktivis IslamCrisis Centerdensus 88Detasemen Khusus 88 AntiterorHak Asasi Muslimkorban salah tangkapPosko
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Suriah Selamatkan Gadis 7 tahun dari Pedofil di Kamp Pengungsian Yunani
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua MPR Ingatkan Presiden Jokowi Perlunya UU Larang LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?