Hidayatullah.com– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta melayangkan somasi kepada Dr Fidiansjah SpKJ terkait pernyataan homoseksual merupakan gangguan jiwa. Menanggapi itu, sang dokter mendoakan kebaikan untuk lembaga tersebut.
Doa itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Jl. H. Sa’abun No. 20 Warung Jati, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (23/03/2016).
“Kami doakan LBH Jakarta qq Saudari Veronica Koman agar senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat. Dan semoga Tuhan yang Maha Memberi Petunjuk akan membuka pintu hati nurani LBH Jakarta qq Saudari Veronica Koman untuk senantiasa berbuat baik,” ujarnya di depan wartawan termasuk awak hidayatullah.com.
Fidiansjah juga mendoakan orang-orang yang mengalami musibah, cobaan, dan masalah di bidang seksualitas dalam beragam bentuk, antara lain yang biasa diistilahkan LGBT.
“Insya Allah dengan ikhtiar yang optimal dan saling bekerja sama, bahu-membahu, tolong-menolong untuk membantu mereka, adalah bisa mendapat kesembuhan dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa dan Berkehendak atas segala sesuatu,” ujarnya.
Konferensi pers itu dihadiri Presidium GIB, Dr. Bagus Riyono, MA; Guru Besar Psikologi, Prof. Dadang Hawari; tim LITBANG GIB, Ihshan Gumilar, MA; dan Ketua PAHAM, Dr. Heru Susetyo.
Klarifikasi dan Minta Maaf
Selain itu, Fidiansjah juga menyampaikan klarifikasi dan tujuh poin permohonan maaf kepada sejumlah pihak. Ia menegaskan, permintaan maafnya itu adalah bentuk dari keberadaban. Sementara dirinya, secara ilmiah, teguh terhadap pemahaman bahwa homoseksual adalah gangguan jiwa.
Terkait aspek kode etik kedokteran, ia menyerahkan sepenuhnya ke Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSJKI) sebagai pihak yang memiliki otoritas.
Pada poin keempat pernyataannya, ia mengatakan sebagai berikut:
“Kami sampaikan kepada saudara-saudara kami yang sedang diberi musibah dan cobaan atas problematika yang dihadapi di bidang seksualitas dalam beragam bentuknya, antara lain homoseksual, biseksual, dan transeksual.
Kami mohon maaf, baru dapat memberi keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala Tuhan Yang Maha Sempurna dan Maha Menyembuhkan, senantiasa akan memberi pertolongan bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada fitrah seksual yang diridhai dan diberkati-Nya.”
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, LBH Jakarta mengaku keberatan dengan pernyataan Fidiansjah yang menyebut perilaku LGBT merupakan gangguan jiwa. Somasi itu disampaikan Pengacara Publik LBH, Veronica Koman, di Kantor LBH Jakarta, Kamis (17/03/2016). [Baca: LBH Jakarta Somasi Dr Fidiansjah Terkait Pernyataan “LGBT Gangguan Jiwa”]*