Hidayatullah.com – Psikolog Elly Risman mengatakan ancaman pornografi saat ini merupakan bencana besar bagi masa depan bangsa, khususnya karena mayoritas menyasar anak-anak dan remaja yang menyebabkan kerusakan otak.
Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang diinginkan oleh para pebisnis pornografi yang perlu diketahui oleh orang tua guna menjadi proteksi untuk menjelaskan bahaya candu konten terlarang tersebut pada anak.
Pertama, mereka (bisnis pornografi) menginginkan anak dan remaja memiliki perpustakaan porno di otaknya.
“Sehingga anak akan mudah membayangkan pornografi dimana dan kapan saja,” ujarnya dalam kajian bertema ‘Mengenali dan Mengatasi Kecanduan Anak pada Games, Internet dan Pornografi’ di Masjid Darul Ma’arif, Pondok Kelapa, Jakarta, Rabu (13/04/2016).
Kedua, lanjutnya, yang diinginkan bisnis pornografi adalah kerusakan otak permanen pada anak.
Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati ini mengibaratkan seorang yang mengalami tabrakan mobil sehingga kepala (otak) bagian depannya rusak akibat benturan yang sangat keras.
“Penikmat pornografi mengalami kerusakan otak yang sama seperti orang yang tabrakan,” jelasnya.
Padahal, kata dia, yang membedakan manusia dan binatang adalah karena vitalnya fungsi otak bagian depan tersebut.
“Lalu kenapa orang kalau gegar otak kita heboh banget, tapi kenapa kita tidak heboh handphone di tangan anak, rumah full wifi dan televisi berbayar,” ungkap Elly geram.
Terakhir, sambungnya, yang diinginkan bisnis pornografi adalah menjadikan konsumennya sebagai pelanggan seumur hidup (future market).
Elly menjelaskan, ketika seseorang melihat konten pornografi, bahkan ketika itu tidak sengaja. Maka pada otak bagian belakang, akan mengeluarkan cairan dopamin yang menyebabkan kecanduan.
“Kalau seseorang sudah kecanduan pronografi, maka dia akan terus menerus menginginkannya. Bahkan tidak puas dengan yang sudah dilihat, otaknya akan meminta level yang lebih lagi,” tandasnya.*