Hidayatullah.com- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyatakan bahwa, pemerintah kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) siap menjadi tuan rumah acara Pertemuan Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara Ketiga.
“Insya Allah, kota Padang siap menjadi tuan rumah untuk acara pertemuan ulama se-Asia Tenggara (ketiga) mendatang,” kata Mahyeldi saat memberi sambutan pada acara penutupan Multaqa ad-Duwaliy al-Ilmi at-Tsani li Ulama wa Du’at Janub Syarq Asia (Pertemuan Ilmiah Internasional Ulama dan Dai se-Asia Tenggara Kedua) di Hotel Aston Sentul, Bogor, Selasa (27/07/2016) kemarin.
Wali Kota Padang: Umat Islam harus Menjadi ‘Umat Washatiyah’
Mahyeldi menyampaikan, atas nama pribadi dan pemerintah kota Padang, ia juga mengundang panitia khususnya, kepada Syeikh Khalid al-Hamudi sebagai penyelenggara untuk berkunjung ke Sumatera Barat pada 31 Juli 2016. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk melakukan survei awal terkait dengan kesiapan kota Padang menjadi tuan rumah.
Ia menambahkan bahwa, sesungguhnya kota Padang Sumbar mempunyai hubungan kuat dengan negara Timur Tengah khusunya Arab Saudi. Sebab, ada beberapa ulama dari Sumbar yang menjadi imam dan ulama di Arab Saudi di antaranya, Syeikh Ahmad al-Khatib al-Minangkabawy dan Syeikh Yasin al-Padangi.
“Untuk itu, mudah-mudahan Syeikh Khalid al-Hamudi dapat hadir ke kota Padang untuk mengulang kembali hubungan baik antara kota Padang dan Arab Saudi,” Mahyeldi berharap.
“Dan akhirnya, atas nama pribadi maupun pemerintah kota Padang, kami ucapan terimakasih kepada narasumber dan wabil khususnya Syeikh Khalid al-Hamudi atas kelancaran acara ini. Kami doakan kepada seluruh peserta, selamat kembali ke rumah masing-masing, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keberkahan,” tutup Mahyeldi.
Seperti diketahui bahwa, acara yang digelar Ikatan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara ini disponsori Yayasan al-Manarah al-Islamiyah yang diketahui oleh Syeikh Khalid al-Hamudi. Acara berlangsung sejak tanggal 22 sampai 27 Juli 2016 di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Turut hadir ratusan peserta terdiri dari para ulama dan aktivis dakwah dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara di Asia Tenggara. Dan sebagaimana diketahui, pertemuan serupa yang pertama berlangsung di Lembang, Bandung, Jawa Barat pada tahun sebelumnya.*