Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres: Terorisme Dipicu Invasi Negara Besar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2016 07:09 7:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2016 07:45
Bagikan
Jusuf Kalla, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Presiden HM Jusuf Kalla berpendapat bahwa terorisme bukan dilandasi persoalan agama semata, melainkan juga dipicu oleh invasi negara-negara besar terhadap negara asal pelaku teroris.

“Radikalisme dan terorisme selalu berkaitan. Radikalisme dalam bentuk seperti ini (teror) dimulai Al Qaeda. Lalu timbul ISIS. Al Qaeda dari Afghanistan, ISIS dari Suriah dan Iraq. Ketiga negara itu sama-sama gagal. Ada masalah internal (di negara-negara itu). Namun yang paling penting adanya invasi dari negara-negara besar,” katanya saat menjadi pembicara kunci Pertemuan Internasional Kontra-Terorisme (IMCT) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, dikutip Antaranews, Rabu, (10/08/2016).

Kemudian, lanjut dia, negara-negara kecil tersebut hancur akibat invasi negara-negara besar sehingga banyak pemuda kehilangan harapan. Sebagian di antara mereka mengungsi ke negara-negara besar, sedangkan sebagiannya lagi marah dan melakukan tindakan terorisme.

“Jadi, bukan agama yang menyebabkan mereka marah. Indonesia sudah tahu semua, siapa Amrozi cs. Mereka bukan ahli agama. Mereka dapat (pengalaman) dari Afghanistan berupa penjajahan yang dilakukan oleh negara besar,” kata Kalla di depan peserta dari sejumlah negara itu.

Negara-negara besar boleh marah melihat ratusan korban akibat terorisme di Paris dan Belgia, namun yang perlu diingat ada jutaan orang yang juga menjadi korban pengeboman negara-negara besar di Iraq dan Suriah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Demikian pula dengan di pelaku teror di Libya, Iraq, Suriah, yang menurut Wapres, bukan semata oleh kediktatoran para pemimpin negaranya, melainkan juga termotivasi oleh kehancuran negaranya akibat invasi negara besar sehingga mereka tidak memiliki harapan.

“Terorisme yang terjadi di negara Barat, tentu bukan maksud ingin mengislamkan Paris atau mengislamkan Belgia, tidak.Sekiranya ada negara Islam yang mengebom Italia, menghancurkan Italia, apakah kira-kira generasi muda Eropa tidak marah dan kembali meneror negara-negara Islam? Pasti itu terjadi. Ini yang terjadi menurut pikiran saya, tentu pikiran kita bisa berbeda-beda. Tapi pengalaman saya mengatasi masalah-masalah di Indonesia,” katanya.

Bahkan menurut Kalla, Perdana Menteri Inggris Tony Blair pun mengakui kesalahannya menginvasi negara-negara kecil.

“Dunia harus mengakui kesalahan itu sehingga terjadi kehancuran,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wapres mengajak para peserta IMCT melihat secara jernih permasalahan yang menimbulkan terorisme dan radikalisme. “Jangan ada negara besar menginvasi negara-negara lain hanya dengan alasan tidak benar. Senjata memang bisa mengurangi (tindakan terorisme), namun tidak bisa menyelesaikan,” ujarnya mengingatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kalla juga menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sedang berjuang keras mengatasi radikalisme yang memicu semua orang bisa berbuat apa saja yang membahayakan orang lain.

“Kenapa orang sekarang tidak berpikir (berbuat nekat)? Karena dia mau bunuh diri. Jadi inti persoalan pada dewasa ini bukan terorisnya, tapi ada sekolompok orang yang mau mati hanya dengan…Ini problem utama yang sulit dan harus kita atasi,” katanya.

Menurut Kalla, model terorisme saat ini berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu saat maraknya pembajakan pesawat.

“Dulu tuntutan mereka liberation,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pula dalam kesempatan tersebut, Kalla berpesan kepada para delegasi IMTC untuk bersama-sama mengatasi motif yang melatarbelakangi terjadinya terorisme dan radikalisme, termasuk penggunaan dana.

IMCT tersebut dihadiri 140 orang yang mewakili 23 negara dan tiga organisasi internasional, yakni PBB, ASEAN, dan Interpol.

Kegiatan bertemakan “Countering Cross-Border Movement of Terrorism” tersebut dirangkai dengan Pertemuan Puncak Kedua Pembiayaan Kontra-Terorisme yang digelar atas kerja sama PPATK-Austrac.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menkumham Yasonna Laolay, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Acara tersebut juga dihadiri oleh Jaksa Agung Australia George Brandis.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi Negara BesarterorismeWapres M Jusuf Kallah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Tolak Tawaran Suaka Inggris untuk Anggota Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya Panjat Pinang dan Lomba Balap Karung Dinilai Tak Cerminkan Semangat Kemerdekaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?