Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adi Sasono Pernah Dijuluki ‘Robin Hood van Java’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2016 05:40 5:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2016 20:53
Bagikan
Adi Sasono pada acara Silatnas Hidayatullah 2013 di Balikpapan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mentan Ketua ICMI dan Menteri Koperasi dan UKM era Pemerintahan Presiden BJ Habibie, Adi Sasono, tutup usia pada hari ini, Sabtu (13/08/2016) sekitar pukul 17.20 WIB di Jakarta.

Adi menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun. Sejumlah sahabat  almarhum tak luput ikut menyampaikan ucapan duka dan bela sungkawa  melalui akun twitter.

“Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. Meninggal dunia Bapak Adi Sasono, hr ini pkl 17.20. Semoga Allah Swt tempatkan Almarhum di surga abadi, “ ujar M Jumhur Hidayat, Mantan Kepala BNP2TKI di bawah pemerintahan Susilo B Yudhoyono dan mantan Direktur Eksekutif CIDES (1993).

Seperti diketahui, Adi Sasono pernah menjadi Sekretaris Umum ICMI Pusat tahun 1990-an, di era BJ Habibie. Juga tokoh LSM dan berbagai aktivitas kemasyarakatan yang identik dengan gerakan ekonomi kerakyatan.

Menurut Jumhur, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februari 1943 silam itu mengabdikan seluruh hidupnya untuk pemberdayaan rakyat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bahkan di saat sakit pun, beliau lupakan bila sedang mengurusi nasib rakyat. Semoga Allah Swt mencatatnya sebagai amal ibadah yang berkontribusi dalam mengantar almarhum memasuki surga abadi,” kata Jumhur dikutip CNN Indonesia.

Ditakuti ‘Konglomerat Hitam’

Adi Sasono lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februasi 1943 (umur 73 tahun).

Adi Sasono adalah mantan Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah era Kabinet Reformasi Pembangunan dibawah kepemimpinan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dari tahun 2005 hingga 2009 ini menghabiskan seluruh hidupnya berkecimpung dalam dunia ekonomi kerakyatan.

Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu pernah mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Indonesia sesuai Keppres No.076/TK/TH.1999, tanggal 13 Agustus 1999.

Ia juga memperoleh penghargaan Upakarti yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk pengembangan industri kecil pada tahun 1990.

Adi adalah cucu Pejuang Kemerdekaan Indonesia Mochammad Roem dan tokoh LSM terkemuka dengan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.

Tahun 80-an Adi juga dikenal aktif di sektor kemasyarakatan melalui wadah LSM. Sebagai  aktivis LSM, Adi Sasono selalu berusaha dekat dengan rakyat kecil.

Adi Sasono, Pejuang Ekonomi Kerakyatan Berpulang

Saat menjadi Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah, di mana saja,  Adi Sasono selalu berbicara mengenai pentingnya memperkuat ekonomi rakyat di tengah merajalelanya konglomerasi dan merajalelanya penguasaan ekonomi Indonesia oleh segelintir orang.

Akibat gagasannya ini,  Majalah Asiaweek dan Far Eastern Economic Review (FEER) dengan julukan “The Most Dangerous Man” (Manusia Paling Berbahaya). Julukan ini akibat sepak terjangnya yang mencemaskan para konglomerat yang menguasai semua aset ekonomi di Indonesia dan merugikan rakyat kecil.

Menurut majalah itu, Adi Sasono dianggap berbahaya dan ditakuti karena kebijakan politik ekonominya, yaitu Ekonomi Kerakyatan, membuat khawatir para pelaku bisnis yang sudah mapan (konglomerat).

Sebaliknya, Majalah the Economist dari Inggris justru menyebut bapak lima anak tersebut sebagai Robin Hood van Java. Robin Hood adalah kisah dari  Inggris di Abad Pertengahan, dimana seorang pahlawan pembela rakyat kecil.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sangat menyesal sekali tidak berada disamping beliau saat beliau meninggalkan kita. Beliau adalah sahabat, teman seperjuangan dan rekan yang setia, yang cinta serta mengabdikan seluruh hidupnya bagi bangsa dan negara yang dicintainya,” ujar politisi senior Golkar Ginandjar Kartasasmita, Sabtu (13/08/2016) dikutip detik.com.

“Beliau adalah pejuang keadilan dan pahlawan ekonomi rakyat. Kita semua kehilangan beliau. Seluruh doa kita curahkan bagi beliau,” tutup Ginandjar.

“Innalillahiwainnailaihirojiun, kita doakan Pak Adi Sasono husnul khotimah, pejuang kerakyatan sejati, tak kenal lelah dan sakit, terus berpikir dan bertindak,” ujar Ketua Umum ICMI dan Guru Besar Fakultas Hukum UI, Prof Dr Jimly Asshiddiqie dalam akun twitternya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adi Sasonoekonomi kerakyatanICMIkonglomerat hitam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nikmati Shalat, Tak Bergeming Meski Dipanah Tiga Kali
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Kunjungi Bekas Pelacur Asal Berbagai Negara di Roma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?