Hidayatullah.com – Ada hal yang penting yang harus disadari oleh seluruh amil zakat dalam tugas menjalankan amanah menghimpun dana zakat, yaitu komitmen ruhiyah.
“Seorang amil yang bertugas menjemput dan mendistribusikan zakat tidak saja dituntut secara manajemen dengan profsionalisme tinggi, tetapi juga komitmen ruhiyah,” ujar Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, dalam sambutannya pada pembukaan Rakernas XIII Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, pada Senin (19/12/2016).
Menurutnya, seorang amil zakat harus juga memperhatikan ibadahnya, khususnya di malam hari.
“Sehingga ada getaran spiritual yang bisa memberikan efek positif dalam menjalankan tugas dan pencerahan dalam dakwah menyadarkan umat akan kewajiban syariat zakat,” imbuhnya.
Lebih jauh, Nashirul menegaskan, bahwa hal tersebut penting diperhatikan para amil Laznas BMH, karena pekerjaan menjemput dan mendistribusikan zakat adalah pekerjaan mulia di mana sebagian para sahabat Rasulullah juga mengemban amanah tersebut.
Rapat Kerja Nasional Laznas BMH XIII sendiri mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Layanan dan Pemberdayaan untuk Optimalisasi Penghimpunan ZISWAF Menjadi Laznas yang Unggul”.
Sekretaris Laznas BMH, Dede Heri Bahtiar mengungkapkan, dalam pembukaan tersebut juga telah disampaikan perubahan struktur pada tingkat Dewan Pembina dan Dewan Pengurus yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah.*