Hidayatullah.com– Terkait kondisi Suriah yang terus berduka, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia menilai, penegakan perdamaian dunia omong kosong. Mengingat, kembali tewasnya rakyat sipil oleh serangan gas kimia di wilayah Idlib baru-baru ini.
Karenanya, Ketua Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menjelaskan, pihaknya terus melakukan aksi kemanusiaan bertajuk “Suara untuk Suriah”.
Baca: Aliansi Merah Putih Peduli Suriah Kutuk Serangan Gas Beracun di Idlib
Hal ini katanya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia atas tragedi penyerangan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Suriah.
“Hari ini kita berdiri menjawab panggilan sebagai bentuk pengabdian pada Allah. Tak peduli sengatan matahari dan guyuran hujan, kita tegaskan bahwa anak kandung Indonesia berdiri bersama mujahidin Suriah menentang penjajahan asing dan rezim Bashar al-Assad,” ujar Hanafi dalam orasinya, sebagaimana keterangan yang diterima hidayatullah.com, Kamis (06/04/2017).
Baca: Rusia Serang Rumah Sakit dan Masjid, Idlib ‘Bermandikan Darah’
Aksi kemanusiaan ini, terangnya, dilaksanakan serentak di 22 daerah di Indonesia. Antara lain Lampung, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Solo, Banten, Jambi, Aceh, Depok, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bandung, Nusa Tenggara, Sumatera Selatan, Ternate, dan Malang.
Juga digelar di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Priyangan Timur, Kalimantan Barat, Surabaya, Bali, Sumatera Barat dan Bangka Belitung, serta masih akan disusul di beberapa daerah lainnya dalam beberapa hari ke depan.
Aksi yang melibatkan hingga 500 massa ini diisi dengan berbagai orasi, Freeze Mob, pembacaan puisi kemanusiaan “Untukmu Suriah”, penggalangan dana, dan ditutup dengan doa bersama.
Sebagaimana diketahui, masyarakat sipil kembali menjadi korban serangan brutal pesawat yang diduga milik tentara suriah melalui serangan udara menggunakan senjata kimia gas beracun di kota Idlib, Suriah. Akibat serangan itu setidaknya 100 anak tewas.*