Hidayatullah.com– Memburuknya situasi di Masjid Al-Aqsha belakangan ini direspon oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Baru-baru ini, dikabarkan ia sudah menelepon Menteri Luar Negeri Yordania, untuk membahas situasi di sana.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengungkapkan, Indonesia merasa prihatin atas memburuknya situasi di Palestina, dan mengecam penembakan Israel terhadap Syeikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur.
Baca: Masjid Al-Aqsha Ditutup, MUI Minta Indonesia Berinisiatif Tekan DK PBB
Penembakan ini terjadi saat aparat keamanan Israel memaksa bubar jamaah yang demo atas penutupan dan pembatasan akses masuk bagi umat Islam ke kompleks Masjid Al-Aqsha.
Kemlu menyatakan, Indonesia juga mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi akses ke kompleks Al-Aqsha. Pembatasan ini, ujar Kemlu, melanggar hak umat Islam untuk bebas beribadah.
“Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al-Aqsha agar Masjid Al-Aqsha dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim,” kata Kemlu dalam rilisnya yang diterima hidayatullah.com, Kamis (20/07/2017).
Baca: Seruan untuk Bertaubat, Menyatukan Hati, dan Membela Masjidil Aqsha
Pemerintah Indonesia meminta Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di kompleks Al-Aqsha. Selain itu, pemerintah juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk.* Andi