Hidayatullah.com—Persoalan umat yang komplek dan stigma negative. Karena itu penjelasan secara cepat serta akurat sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tuduhan tersebut. Untuk itu Persatuan Islam (PP Persis) berinisiatif untuk mengadakan pertemuan rutin Ormas-ormas Islam.
“Inginnya minimal sebulan sekali kita kumpul untuk membahas persoalan keumatan dan perkembangan situasi kekinian,”ungkap Ketua Umum PP Persis, Prof.Dr. M.Abdurrahman,MA kepada hidayatullah.com di kantornya, Selasa (18/06/2013).
Abdurrahman menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekedar untuk jangka pendek terkait perpolitikan nasional,namun untuk keperluan jangka panjang guna menghadapi tantangan global yang mau tidak mau yang harus dihadapi umat. Pertemuan tersebut juga bukan kegiatan tandingan akan pertemuan yang telah digagas sebelumnya.
Ia mencontohkan, pemberitaan media dan tuduhan sesat kasus terorisme yang diberitakan sang pelaku sebagai orang yang hafidz al-Quran dan suka tahajud.Menurutnya jika tuduhan semacam itu tidak segera dijawab maka akan sangat menyesatkan. Sehingga bisa menimbulkan salah persepsi atau paradigma negatif dikalangan umat Islam.
“Begitupun Muslim yang rajin tahajud,ini kan sangat berbahaya bagi generasi muda dan perkembangan dakwah Islam.Kebenaran informasi tersebut harus diklarifikasi sehingga tidak menimbulkan salah persepsi dalam masyarakat khususnya umat Islam,” imbuhnya.
Menurutnya pihak yang bisa menjelaskan atau mengklarifikasi hal tersebut,selain MUI adalah elemen Ormas-ormas Islam yang ada.Ia berharap dari pertemuan tersebut dihasilkan satu suara dan pandangan yang sama dalam menjawab persoalan yang ada sehingga umat Islam yang baik yang tergabung dalam Ormas maupun di luar ormas mempunyai pegangan yang sama.
Selain itu dari hasil pertemuan rutin tersebut nantinya juga ada kerja sama antar Ormas Islam. Hal ini menurut Abdurrahman diperlukan mengingat dakwah tidak bisa dilakukan sendirian (ormas tertentu). Sehingga efeknya selain terasa bagi dunia Islam juga pada pembangunan bangsa Indonesia. Salah satu visinya adalah membangun NKRI yang Islami.
“Coba di jaman seperti ini ada Ormas Islam yang bisa menyelenggarakan nikah (barokah red) hingga puluhan pasang. Nah,kebaikan seperti itu kalau bisa ditularkan juga kepada Ormas Islam lain,”candanya sambil memberi contoh.
Abdurrahman sendiri mengaku hingga saat ini pihaknya sudah bertemu dan berbicara dengan 11 ormas Islam tingkat pusat. Harapannya bulan depan (Juli) pertemuan rutin tersebut sudah mulai berjalan.
“Mudah-mudahan sebelum Ramadhan sudah jalan,”pungkasnya.*