Hidayatullah.com– Aksi suporter klub sepakbola Persib Bandung menunjukkan kepedulian atas tragedi kemanusiaan Rohingya disebut oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai “jenis pelanggaran”.
Akibat aksi suporter Persib, Bobotoh, itu, Persib dijatuhi sanksi denda sebanyak Rp 50 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Setidaknya sampai semalam, Jumat (15/09/2017), sanksi PSSI atas Persib itu terus menuai kritikan dan sorotan banyak pihak yang menilai aksi peduli Rohingya itu sebagai bentuk aksi kemanusiaan.
Namun PSSI menilai aksi peduli Rohingya itu sebagai pelanggaran dalam kompetisi.
Baca: Gara-gara Aksi Peduli Rohingya, PSSI Sanksi Persib Rp 50 Juta
“Jenis pelanggaran: Penonton (yaitu) membuat konfigurasi “save Rohingya” oleh suporter Persib Bandung,” sebut PSSI dalam Hasil Sidang Komisi Disiplin PSSI 13 September 2017 lansir laman resminya, Kamis (14/09/2017).
Dalam rilis tersebut, PSSI mengakui jika telah menjatuhkan hukuman atas Persib. “Sanksi denda Rp 50.000.000,” sebutnya.
Ketua Komdis PSSI Asep Edwin diwarta media menganggap, aksi Bobotoh menampilkan koreografi tulisan “Save Rohingya” pada pertandingan Liga 1 itu terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Baca: Aksi Peduli Rohingya, “Mengapa Spirit Menggembirakan Kemanusiaan Harus Dicurigai?”
Katanya dalam regulasi kompetisi sudah disebut bahwa hal-hal yang berhubungan soal SARA akan langsung kena sanksi.
Pasca jatuhnya sanksi yang turun lewat surat tertanggal 13 September itu, website resmi PSSI dikabarkan diretas. Pantauan hidayatullah.com pagi kemarin, laman pssi.org sudah tidak bisa diakses. Pada Kamis masih bisa.
“Under maintenance, please check back later (dalam pemeliharaan, silahkan periksa kembali nanti. Red),” keterangan pada situs itu. Semalam, website tersebut terlihat sudah bisa diakses kembali.
Baca: Dukung Bobotoh Peduli Rohingya, Dahnil Kritisi PSSI Beri Sanksi Persib
Selain atas Persib, Komdis PSSI juga menjatuhkan sejumlah sanksi berbeda yang dilakukan pada pertandingan klub-klub lainnya. Sanksi atas Persib itu tergolong besar dibanding sejumlah sanksi lain terkait pertandingan klub-klub lainnya dalam hasil sidang itu.*