Hidayatullah.com–Umat Islam kekurangan literatur tentang sejarah hubungan umat Islam dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Demikian disampaikan Ketua tim penulisan buku “Dari Kata Menjadi Senjata: Konfrontasi Partai Komunis Indonesia dengan Umat Islam”, Beggy Rizkiyansyah.
Selama ini, umat Islam lebih banyak mengandalkan literatur lama yang seringkali sudah tertinggal dari perkembangan data-data baru, ujar Beggy, demikian ia akrab disapa.
“Atau malah hanya mengandalkan film G-30 S semata yang telah dirilis lebih dari 40 tahun yang lalu dan tak lepas dari kontroversi,” kata pegiat komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) ini seusai acara peluncuran bukunya, Ahad (01/08/2017) kemarin di Masjid Abu Bakar Ashshiddiq, Jakarta Timur.
Ada memang, kata dia, beberapa buku yang boleh jadi ditulis untuk umat Islam di Indonesia. Namun, menurutnya buku itu hanya memberikan satu sisi saja. Biasanya seputar kekejaman PKI yang dirasakan oleh umat Islam.
Tapi banyak juga, tambahnya, buku yang tidak memberikan porsi yang berimbang. Membahas peristiwa 1965, tanpa melihat sejarah panjang sebelumnya tak akan memberi gambaran yang lebih baik.
“Kami mulai mencoba untuk memberi gambaran dari aspek yang berbeda-beda. Mulai dari aspek kronologis yang panjang, politis, dampak peristiwa 1965, hingga yang menjadi isu hangat, yaitu soal ‘rekonsiliasi.’,” tuturnya.
Baca: ‘Dari Kata Menjadi Senjata’, Buku Konfrontasi PKI vs Umat Islam Diluncurkan JIB-JITU
Beggy juga merasa penulisan sejarah tentang hubungan umat Islam di Indonesia dengan PKI tidak memadai. Sementara menurutnya, ada banyak sekali literatur yang terbit mengenai gerakan kiri, komunisme atau Partai Komunis Indonesia (PKI), terutama soal peristiwa 1965.
“Hampir setiap tahun rasanya terbit buku-buku baru mengenai Partai Komunis Indonesia, gerakan kiri atau pun peristiwa 1965,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, jarang sekali -bahkan setahun sekali pun belum tentu-, buku-buku yang mengupas hubungan umat Islam dengan gerakan komunis (terutama PKI) dan ditulis dengan sudut pandang umat Islam.*/Andi R