Hidayatullah.com– Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, mengajak umat Islam agar menjadikan masjid berfungsi strategis untuk membangun umat, masyarakat, agama, dan negara.
“Jadi masjid itu berfungsi sebagai ya harus strategis betul,” ujar Adhyaksa sebagai salah satu pembicara pada acara dialog kepemudaan bertema “Mengembalikan Masjid sebagai Sentra Kejayaan Umat Islam”.
Acara gelaran Youth Islami Study Club (YISC) Al-Azhar ini berlangsung di Auditorium Arifin Panigoro, kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (15/10/2017) pagi-sore.
Baca: Pemuda Al-Azhar Ingin Masjid Kembali Jadi Pusat Kejayaan Islam
Adhyaksa yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009) pun mengajak generasi muda untuk kembali ke masjid.
“Kembalikan lagi anak-anak muda kita untuk mencintai masjid, dan masjid bukan hanya sekadar ibadah. Tapi dipakai untuk kepentingan semua umat manusia,” imbaunya.
Mengingatkan soal sejarah, ia mengatakan, Shalahuddin Al-Ayyubi tidak akan pernah mau berperang, kalau dia belum melihat shalat subuh pasukannya berjamaah di masjid penuh saat itu.
“Kalau dia lihat udah penuh, baru dia berangkat perang,” ungkap tokoh yang dikenal tinggi kepeduliannya dengan kegiatan-kegiatan Islam ini.
Dan ketika suatu saat pasukan Shalahuddin kalah perang, ia periksa pasukannya. Setelah dicek, shalat subuh pasukan berkudanya terlambat, “Apa kata dia? Dari sini kekalahan kita! Kan gitu,” tutur Adhyaksa.
Ketua Badan Pengawas YPI Al Azhar periode 2007-2012 ini pun mengungkap impiannya terkait Masjid Al-Azhar.
“Saya punya mimpi sama teman-teman guru di Al-Azhar Indonesia, bagaimana Al-Azhar ini menjadi juga gitu, masjid itu berfungsi sekali, jangan untuk hanya Jumatan, subuhan, tapi dipakai untuk interaksi untuk membangun negara ini, gitu loh,” ungkapnya di depan ratusan hadirin.
Adhyaksa menilai, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yang dasarnya Pancasila dan UUD 1945 ini, harus dijaga. Yaitu dengan cara berpikir dan cara pandang hidup Islam.
“Cara berpikir kita, cara pandang kita, mesti apa aja yang dia lihat, itu dia akan berpikir tentang Islam, kan, gitu,” ujarnya menitipkan pesan kepada para pemuda.
Baca: Adhyaksa Dault: Indonesia Belum Punya Cetak Biru Arah Bangsa
Adhyaksa pun mengatakan, kalau umat berpegang teguh dengan nilai-nilai yang telah diajarkan dalam masjid, maka akan selamat.
Orang yang tumbuh di masjid, sebagaimana salah satu hadits Rasulullah disebutkan sebelumnya, kata Adhyaksa, akan selamat dari fitnah di dunia ini. Selamat di dunia dan akhirat.
“Orang mau fitnah apa silakan aja dah, selamat dia,” tandas pria asal Donggala, Sulawesi Tengah ini meyakinkan.
“Nah, adek-adek sekalian, jangan khawatir, yang aktif di masjid, selamat deh, terutama nanti buat akhirat, gitu loh. Dunia selamat, akhirat selamat. Soal jodoh, pasti Allah kasih yang baik,” ujarnya juga.*