Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres JK: Dulu Kita Dicambuk itu Biasa, Sekarang Aturannya Beda

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 November 2017 12:53 12:53 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 7 November 2017 12:53
Bagikan
Jusuf Kalla (kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menyampaikan, terkait korban kekerasan anak yang disebut-sebut makin tinggi, itu tergantung persepsinya.

Wapres JK malah berpandangan saat ini kekerasan anak sudah menurun, jika dibandingkan pada masa lalu seperti yang dialami JK.

“Kalau kekerasan anak ini tergantung persepsi, saya kira menurun, dulu kita dijewer, dicambuk, itu biasa, namun sekarang aturannya berbeda,” ujarnya saat menerima kedatangan rombongan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin lansir Setwapres, Selasa (07/11/2017).

Baca: Cegah Kekerasan dalam Pendidikan, ini Langkah Koordinasi Pemerintah-KPAI

Lebih lanjut Wapres JK mendorong KPAI untuk mengampanyekan anti kekerasan anak dan menjalin kerja sama instansi terkait, seperti kerja sama dengan Kementerian Sosial dan jangan ditangani sendiri.

“Bekerjasamalah dengan Departemen Sosial, memang komisioner itu lembaga independen yang tugasnya hanya mengawasi bukan menangani persoalan,” tuturnya. “Mungkin dievaluasi lagi, tugas pengawasannya. Bukan menyelesaikan soal.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pada pertemuan itu, Ketua Komisioner Bidang Agama dan Budaya KPAI Susanto, bersama rombongan melaporkan, akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan terhadap anak di berbagai daerah yang dinilai cukup tinggi.

“Memang saat ini, kasus kekerasan anak cukup tinggi akibat dari pengaruh teknologi Informasi dan penyiaran dari media sosial serta pengasuh anak,” ucapnya.

Baca: KPAI: Video Viral Murid Dipukuli Tak Terkait Kekerasan di Pangkal Pinang

Di hadapan Wapres, Susanto mengusulkan perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional yang mengakomodasi korban kekerasan anak, seperti keluarga korban harus mengeluarkan uang muka terlebih dahulu sebelum mendapatkan perawatan dari rumah sakit.

“Memang penting perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional secara sistemik agar mengakomodasi kasus-kasus korban kekerasan anak,” terangnya.

Selain itu, ia juga menyinggung Rancangan Undang-Undang Penyiaran yang menurutnya pola penyiaran yang tidak ramah terhadap anak. “KPAI memiliki banyak data masih maraknya tontonan kekerasan di media stasiun televisi,” jelasnya.

Di kesempatan tersebut, Susanto juga menjelaskan keterbatasan anggaran yang tersedia tidak sebanding dengan ruang lingkup tugas masalah yang ditanganinya.

Selanjutnya, anggota komisioner yang hadir memaparkan tugas pengawasannya sesuai bidangnya masing-masing, mulai dari kesehatan, hukum, dan pendidikan.

Baca: Viral Video Murid Dipukuli, Kemdikbud-Kemen PPPA-KPAI Gelar Rapat

 

Susanto didampingi oleh Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza Siti Hikmawatty, Komisioner Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum Putu Elvina, Komisioner Bidang Hak-hak Sipil dan Partisipasi Jasra Putra, Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti, dan Retno Ajie Prasetyaju Kepala Sekretariat KPAI.

Sementara Wapres JK didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto.

Diketahui, baru-baru ini beredar secara viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melakukan tindakan kekerasan bertubi-tubi terhadap seorang pelajar.

Dalam video itu, pelaku yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya tersebut menghajar seorang pelajar di dalam ruangan kelas secara beruntun. Para pelajar lain hanya bisa menyaksikan kekerasan di depan mata mereka itu. Saat seorang pelajar tampak hendak melerai kekerasan itu, ia malah juga kena hajar oleh pelaku. Diduga kekerasan ini terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangka Belitungguruguru killerJKkekerasankekerasan di sekolahkekerasan dunia pendidikanKetua KPAIKomisi Perlindungan Anak Indonesiakpaimurid dipukul gurupelajar dipukulpendidikan anakpenganiayaanPontianakRetno ListyartiSusantovideo guru pukuli muridWapres Jusuf Kalla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paradise Papers, Apakah Itu?
Tulisan selanjutnya Dorong Generasi Kekinian Berani Menulis, LDK Salim UNJ Gelar IJT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?